Lebak,detiksatu.com || Kasus kehilangan kendaraan kembali terjadi di area parkir Pasar Rangkasbitung yang berlokasi di Jalan Sunan Kalijaga, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Insiden terbaru pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 06.30 WIB semakin menguatkan sorotan publik terhadap lemahnya sistem pengamanan di pusat aktivitas ekonomi masyarakat tersebut.
Korban adalah seorang ibu rumah tangga yang tengah berbelanja kebutuhan sehari-hari. Seperti prosedur biasa, ia mengambil tiket parkir saat masuk dan memarkirkan sepeda motor Honda Beat miliknya di area yang telah disediakan. Namun saat kembali, kendaraan tersebut telah hilang tanpa jejak.
Korban dilaporkan syok dan kebingungan. Motor tersebut merupakan sarana utama aktivitas keluarga sehari-hari.
Sejumlah warga menyebut, peristiwa kehilangan kendaraan di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Kejadian yang berulang memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian serius dalam sistem pengelolaan parkir.
Ironisnya, sistem pungutan berjalan tertib. Setiap kendaraan wajib mengambil tiket saat masuk dan membayar saat keluar. Namun ketika kehilangan terjadi, kejelasan tanggung jawab kerap menjadi persoalan.
“Masuk ambil tiket, keluar tetap bayar. Tapi kalau hilang, tanggung jawabnya tidak jelas,” ujar seorang warga yang berada di lokasi.
Aktivis yang dikenal dengan sapaan King Naga menilai situasi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai insiden biasa. Ia menegaskan, ketika ada sistem tiket resmi dan pungutan retribusi, maka aspek keamanan seharusnya menjadi tanggung jawab pengelola.
“Ini bukan sekadar motor hilang. Ini menyangkut rasa aman masyarakat. Kalau sudah memungut biaya secara resmi, maka perlindungan terhadap kendaraan wajib dijamin. Jika tidak mampu, kerja sama harus dievaluasi bahkan diputus,” tegasnya.
King Naga mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak segera melakukan audit menyeluruh terhadap manajemen parkir, termasuk menelusuri standar operasional pengamanan, jumlah petugas, hingga sistem pengawasan seperti CCTV.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah. Fasilitas publik yang seharusnya memberi rasa aman justru dinilai menyisakan keresahan. Jika pembenahan tidak segera dilakukan, bukan hanya kendaraan yang hilang, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pelayanan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola parkir belum memberikan keterangan resmi.
(Jul)