CIANJUR,DETIKSATU.COM || Peringatan Nuzulul Qur’an pada bulan suci Ramadan dimanfaatkan sebagai momentum edukasi energi bersih kepada masyarakat pesantren. PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) menggelar forum sosialisasi energi panas bumi bersama santri dan tokoh agama di wilayah Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Kegiatan yang dikemas dalam agenda buka puasa bersama itu berlangsung di Aula YPI Pondok Pesantren Al-Riyadl, Dusun Cipanas, Desa Cipanas, Jumat (6/3/2026). Sekitar 600 santri, 80 tokoh agama, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari empat desa di Kecamatan Cipanas dan Pacet hadir dalam kegiatan tersebut.
Forum dialog ini menghadirkan akademisi dari Universitas Padjadjaran yang memberikan penjelasan ilmiah mengenai energi panas bumi (geothermal), termasuk potensi manfaat dan aspek keamanannya bagi lingkungan serta masyarakat sekitar.
Para narasumber menjelaskan bahwa panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang relatif ramah lingkungan karena memanfaatkan panas alami dari dalam bumi. Selain menjadi alternatif energi bersih, pengembangan geothermal juga dinilai dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas pertanian serta pemanfaatan sumber air masyarakat.
Teknologi Panas Bumi Dinilai Aman bagi Sumber Air
Pakar Geologi Universitas Padjadjaran, Dewi Gentana, menjelaskan bahwa teknologi panas bumi dirancang untuk beroperasi secara aman tanpa mengganggu sumber air tanah maupun kestabilan gunung api.
Menurutnya, proses pengeboran dilakukan melalui lubang berdiameter kecil yang dilapisi pipa baja berlapis (casing) guna mencegah kebocoran dan dipantau secara real-time di bawah permukaan bumi.
“Kami memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan masyarakat. Secara geologi, air sumur warga berada pada lapisan dangkal sekitar 10 meter. Lapisan ini sangat jauh dan tidak terhubung dengan zona pengambilan uap panas bumi yang berada pada kedalaman sekitar 2.000 meter,” ujar Dewi.
Ia menambahkan bahwa aktivitas panas bumi pada dasarnya memanfaatkan uap dari area terbatas sehingga berbeda dengan dinamika pergerakan lempeng bumi yang memicu gempa alami.
Melalui teknologi sistem tertutup atau closed-loop, uap yang dimanfaatkan akan dikembalikan kembali ke dalam tanah melalui proses reinjeksi untuk menjaga keseimbangan tekanan di bawah permukaan bumi.
“Teknologi ini memastikan keseimbangan alam tetap terjaga sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” katanya.
Aktivitas Geothermal Selaras dengan Proses Alam
Pakar Vulkanologi Universitas Padjadjaran, Nana Sulaksana, menegaskan bahwa aktivitas panas bumi pada prinsipnya berjalan selaras dengan proses alami gunung api.
Ia menjelaskan bahwa pengambilan uap panas bumi dilakukan melalui sumur yang diperkuat pipa baja sehingga tidak memengaruhi struktur geologi gunung.
“Gempa yang merusak biasanya terjadi akibat benturan lempeng di dasar laut yang sangat dalam. Hal ini berbeda dengan pengambilan uap panas bumi di kawasan gunung yang skalanya relatif kecil,” ujar Nana.
Menurutnya, keberadaan lapisan batuan kedap juga membuat sumber air dangkal milik masyarakat tetap terlindungi karena tidak terhubung dengan zona panas bumi di kedalaman.
Perusahaan Dorong Transparansi dan Pemberdayaan Masyarakat
Kepala Teknis Panas Bumi PT Daya Mas Geopatra Pangrango, Yunis, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun komunikasi terbuka dengan masyarakat sekitar proyek.
Melalui forum silaturahmi Ramadan, perusahaan berupaya membuka ruang dialog sekaligus memberikan pemahaman mengenai manfaat energi bersih dan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Kami bersyukur dapat bersilaturahmi di bulan suci ini bersama para tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran kami bukan hanya menjelaskan proyek energi, tetapi juga merangkul seluruh elemen masyarakat melalui edukasi energi ramah lingkungan,” kata Yunis.
Ia menambahkan bahwa pengembangan energi panas bumi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan berbagai program sosial yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa sekitar wilayah operasi.
Edukasi Energi Dipadukan dengan Kegiatan Religi
Kegiatan tersebut juga diisi dengan pembacaan khotmil Qur’an serta tausiyah dari Choirul Anam MZD yang mengajak jamaah menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Sebelumnya, para santri turut mengikuti sejumlah kegiatan religi seperti lomba pukul bedug dan penampilan seni Islami yang menambah semarak suasana Ramadan.
Melalui kegiatan ini, PT Daya Mas Geopatra Pangrango menegaskan komitmennya untuk mendorong pemanfaatan energi panas bumi sebagai solusi energi bersih yang ramah lingkungan sekaligus berkelanjutan.
Tentang PT Daya Mas Geopatra Pangrango
PT Daya Mas Geopatra Pangrango merupakan anak perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk yang berada di bawah Grup Sinar Mas dan bergerak di sektor energi terbarukan, khususnya panas bumi.
Salah satu wilayah pengembangan perusahaan berada di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, yang telah ditetapkan sebagai wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 2778 K/30/MEM/2014.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, pengembangan panas bumi tersebut juga diiringi berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pelestarian lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.(Red)

