Presiden Prabowo Siap Perkuat Diplomasi Damai, Indonesia Buka Peluang Mediasi Konflik Timur Tengah

Maret 06, 2026 | Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T03:46:09Z
Jakarta, detiksatu.com || Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat pemerintah Indonesia untuk terus berperan aktif dalam mendorong terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Komitmen tersebut disampaikan Presiden dalam acara silaturahmi bersama para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta pada  (5/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya peran Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia untuk ikut berkontribusi dalam penyelesaian konflik global, khususnya yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Ia juga membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi mediator dialog antara pihak-pihak yang tengah berkonflik.

Pemerintah Indonesia, menurut Presiden, berkomitmen untuk mendorong upaya diplomasi yang mengedepankan dialog, kerja sama, dan pendekatan damai demi meredakan ketegangan yang selama ini terjadi di kawasan tersebut.

Menteri Agraria dan Tata Ruang yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Penanggulangan Bencana di Majelis Ulama Indonesia, Nusron Wahid, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki keinginan kuat untuk membuka jalur komunikasi langsung dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah Iran, guna mendorong terciptanya dialog yang konstruktif.

Menurut Nusron, sejumlah negara Timur Tengah dan negara Islam lainnya telah memberikan dukungan terhadap langkah diplomasi yang diinisiasi oleh Presiden Indonesia tersebut.
“Sambil melihat keadaan tadi disampaikan, prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri. Langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain termasuk dari Pakistan dan juga dari Uni Emirat Arab,” ujar Nusron dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo bersama sejumlah pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan negara memiliki tujuan yang sama, yaitu mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
“Intinya Pak Presiden bersama tujuh atau delapan pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok tersebut menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan wilayah sekitarnya,” lanjut Nusron.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, menilai bahwa Presiden Prabowo menunjukkan komitmen nyata untuk berkontribusi dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Menurut Yahya, Indonesia memiliki posisi yang strategis dalam diplomasi internasional karena dinilai netral serta memiliki hubungan baik dengan berbagai negara yang terlibat dalam dinamika politik kawasan tersebut.
“Yang jelas bahwa Presiden menegaskan komitmennya. Beliau akan melakukan apa saja untuk ikut berkontribusi membantu ke arah perdamaian, penyelesaian masalah, dan lebih-lebih karena penyelesaian masalah terutama konflik di Timur Tengah hari ini akan terkait secara cukup langsung dengan keadaan kepentingan-kepentingan domestik kita sendiri,” ujar Yahya dalam keterangannya pada, (6/3/2026).

Ia juga menilai bahwa posisi Indonesia yang diterima oleh berbagai pihak membuka peluang besar bagi negara ini untuk memainkan peran sebagai mediator komunikasi.
“Alhamdulillah Indonesia dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto adalah aktor yang diterima oleh semua pihak sehingga punya peluang untuk bisa menjadi semacam mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat,” pungkasnya.

Pengamat menilai langkah diplomasi yang ditempuh pemerintah Indonesia mencerminkan semakin aktifnya peran Indonesia dalam isu-isu geopolitik global. Selain mendorong perdamaian, langkah ini juga dinilai sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip diplomasi damai dan kerja sama internasional.

Dengan pendekatan yang mengedepankan dialog dan kerja sama multilateral, Indonesia diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif bagi negara-negara yang terlibat konflik, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Presiden Prabowo Siap Perkuat Diplomasi Damai, Indonesia Buka Peluang Mediasi Konflik Timur Tengah

Trending Now