Jepara - Polres Jepara | Laga lanjutan BRI Super League akan menghadirkan duel panas antara Persijap Jepara melawan Persis Solo, pada Kamis (5/3/2026) pukul 20.30 WIB di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Pertandingan ini bukan sekadar Derbi Jawa Tengah, tetapi juga pertaruhan nasib dua tim yang masih berkutat di papan bawah klasemen dan juga akan menyedot animo tinggi dari masyarakat.
Oleh karena itu, untuk menjaga keamanan, Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, pun menerjunkan ratusan personel gabungan, termasuk Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, panitia pelaksana hingga tenaga medis.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Jepara melalui Kabag Ops Kompol Sutono mengatakan, bahwa persiapan pertandingan antara Persijap Jepara Vs Persis Solo itu sudah dirapatkan dengan panitia penyelengggara (panpel) pertandingan dan pihak-pihak terkait.
“Rapat koordinasi persiapan keamanan sudah kami laksanakan kemarin. Untuk keamanan, kami all out,” ujar Kompol Sutono.
Kabag Ops pun mengungkapkan, personel yang diturunkan 838 orang, sebab menurutnya, pertandingan yang digelar pada malam hari ini khususnya saat bulan suci ramadan harus dijaga dengan maksimal.
“Jangan sampai kejadian-kejadian (buruk) di tempat lain terjadi di Kabupaten Jepara, apalagi saat ini memasuki bulan suci Ramadan,” ucap Kompol Sutono.
Tak hanya mengandalkan anggota Polres Jepara, kata dia, pada pertandingan Persijap Vs Persis ini, pihaknya juga meminta Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Satuan Brimob Polda Jawa Tengah (Jateng), Polres Kudus, Grobogan, Demak, Kendal, Semarang dan Batang.
Untuk sistem pengamanan, Kabag Ops menyebut ada beberapa lapisan atau ring, untuk ring satu nanti sepenuhnya menjadi kewenangan dari panpel sedangkan di dalam lapangan, nanti akan dijaga ratusan personel steward.
Selain mengandalkan steward, lanjut Kompol Sutono, koordinator lapangan dari masing-masing kelompok suporter juga diberi tanggungjawab untuk ikut menjaga kondusifitas Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara.
“Kami akan berjaga di ring 2 dan 3 dan sekitarnya,” katanya.
Selain itu, nantinya juga akan dilakukan penyekatan-penyekatan, salah satunya yaitu dengan menempatkan portal pengecekan tiket di gerbang utama stadion.
“Nanti kami sekat. Yang tidak memiliki tiket tidak boleh masuk mulai dari pintu gerbang utama,” katanya.
Sementara itu, Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengajak warga masyarakat yang ingin mendukung Persijap Jepara bisa mengikuti peraturan keamanan yang ada.
“Tentunya, kami mengajak masyarakat untuk mendukung tim kebanggaan sepakbola Jepara tentu saja dengan cara santun dan saling menghormati menjaga fasilitas yang dibangun oleh negara jangan sampai dirusak oleh pihak bertanggung jawab,” jelasnya.
Selain itu, AKP Dwi juga mengimbau untuk suporter tim tamu tidak datang ke stadion. Imbauan ini sesuai dengan regulasi PSSI terkait larangan suporter tim tamu di laga tandang yang masih berlaku, dengan tujuan demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.
"Kami mengimbau untuk seluruh suporter tim tamu agar tidak datang ke stadion. Hal ini sesuai dengan regulasi larangan suporter tim tamu di laga tandang yang masih berlaku dan demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama," pungkasnya.
Seperti diketahui, panggung sepak bola Tanah Air segera memanas saat duel bertajuk Derbi Jateng Persijap Persis tersaji pada pekan krusial ini. Stadion Bumi Kartini bakal menjadi arena pertempuran hidup mati bagi dua raksasa Jawa Tengah yang sedang terhimpit.
Kedua tim kini saling sikut dengan sisa tenaga terakhir demi membasuh luka dan keluar dari jeratan degradasi. Tuan rumah Persijap Jepara datang dengan modal mental baja usai memaksa Bali United berbagi angka tanpa gol.
Hasil imbang kacamata tersebut melambungkan posisi Laskar Kalinyamat ke peringkat lima belas yang merupakan zona aman terakhir. Mereka kini mengoleksi selisih satu poin yang sangat tipis atas PSBS Biak pada urutan enam belas.
Sebaliknya, Persis Solo masih tertahan pada posisi tujuh belas dengan selisih tiga angka dari sang rival bebuyutan. Laskar Sambernyawa membawa ambisi besar untuk memangkas jarak tersebut demi menjaga asa tetap bernapas di kasta tertinggi.

