Kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Ibu Nelly Pakage, S.Pd., selaku petugas ibadah. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Bertha Kogoya, S.Pd.K., dengan dasar firman dari 1 Tesalonika 5:18 yang berbunyi, “Mengucap syukurlah dalam segala hal.”
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Nduga yang baru dilantik, Otomi Gwijangge, S.Hut., M.P.K., mengajak seluruh kepala bidang, kepala seksi, staf, serta jajaran dinas lainnya untuk bersama-sama mendukung kepemimpinannya dalam membangun sektor pendidikan di Kabupaten Nduga.
“Saya baru saja dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Nduga. Saya mengajak bapak dan ibu semua, baik kepala bidang, staf, maupun rekan-rekan dari dinas lain, untuk bersama-sama mendukung saya memimpin dinas ini,” ujarnya.
Otomi menegaskan bahwa pesan firman Tuhan yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini, khususnya tentang pentingnya mengucap syukur dalam segala situasi, baik suka maupun duka.
“Sebagai orang percaya, kita harus tetap mengucap syukur dalam keadaan apa pun, baik dalam keadaan baik maupun buruk. Itulah yang firman Tuhan ajarkan kepada kita semua,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran hamba Tuhan yang dinilai mampu menyampaikan pesan yang konstruktif dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan saat ini.
Lebih lanjut, Otomi menjelaskan bahwa organisasi pemerintahan dibentuk dengan tujuan yang jelas, yakni melayani dan mensejahterakan masyarakat, termasuk melalui sektor pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak dibangun untuk kepentingan pribadi, kelompok, suku, maupun golongan tertentu, melainkan untuk kemanusiaan.
“Pendidikan ini kita perjuangkan dan kita bangun untuk kemanusiaan. Pendidikan tidak mengenal suku, ras, maupun golongan apa pun. Pendidikan adalah pelayanan dasar, sama seperti pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya hadir untuk melayani seluruh masyarakat Nduga secara utuh, dari Alama hingga Silimo, termasuk masyarakat pendatang, dengan prinsip kerja profesional.
“Saya hadir bukan untuk satu golongan, satu suku, atau satu marga tertentu, tetapi untuk seluruh wilayah Nduga. Kita akan bekerja secara profesional,” ujarnya.
Otomi menambahkan bahwa dirinya akan membina seluruh staf dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan agar misi pendidikan dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Sebagai langkah awal, pihaknya akan menggelar berbagai pertemuan, mulai dari rapat internal dinas, dialog dengan para guru, orang tua murid, hingga para siswa. Dari seluruh aspirasi tersebut, pihaknya akan merumuskan program pendidikan berbasis adat dan lingkungan, sehingga kebijakan yang lahir benar-benar berasal dari kebutuhan masyarakat.
“Program pendidikan tidak boleh muncul begitu saja dari kepala dinas, tetapi harus lahir dari aspirasi masyarakat. Dari situlah kita menentukan program prioritas,” jelasnya.
Ia berharap pendidikan di Kabupaten Nduga tidak hanya dijalankan oleh Dinas Pendidikan semata, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Pendidikan Nduga harus dijalankan oleh keutuhan masyarakat Nduga, bukan hanya Dinas Pendidikan saja,” tutupnya.
Sumber: Suaralapago.News
Penulis: Dani Heluka