Jakarta,detiksatu.com || Sebuah pesan bijak yang patut direnungkan: “Jika Allah menaikkan rezekimu, jangan naikkan gaya hidupmu.”
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali terjebak dalam lingkaran gaya hidup yang semakin meningkat. Ketika rezeki kita bertambah, kita cenderung untuk meningkatkan gaya hidup kita, membeli barang-barang mewah, dan menikmati kemewahan. Namun, apakah itu benar-benar membuat kita lebih bahagia?
Allah Swt berfirman, “Dan janganlah kamu melupakan kenikmatan Allah atasmu.” (QS. Al-A’raf: 69)
Kita harus selalu ingat bahwa rezeki kita adalah titipan dari Allah, dan kita harus menggunakan rezeki itu untuk kebaikan dan kebahagiaan diri sendiri dan orang lain. Jangan biarkan gaya hidup kita mengalahkan iman kita, sehingga kita lupa akan tujuan hidup yang sebenarnya.
Nabi saw bersabda, “Keluarga, harta, dan anak-anak adalah perhiasan hidup, tetapi kesabaran adalah perhiasan yang lebih baik.” (HR. Muslim)
Mari kita jadikan rezeki kita sebagai kesempatan untuk meningkatkan iman dan amal kita, bukan untuk meningkatkan gaya hidup kita. Kita harus selalu bersyukur atas apa yang kita miliki, dan tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita capai.
Imam Ali ra berkata, “Kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati, bukan kekayaan harta.”
Jadi, mari kita fokus pada kekayaan hati, bukan kekayaan harta. Mari kita jadikan rezeki kita sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan untuk menjauhkan diri dari-Nya.
“Ya Allah, berikanlah kami rezeki yang berkah, dan jadikanlah kami orang-orang yang selalu bersyukur dan beriman.”
Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari pesan bijak di atas, dan dapat meningkatkan iman dan amal kita. Aamiin.[]

