GARUT, DETIKSATU.COM || Praktik pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Garut kini tengah menjadi sorotan tajam. Sebuah apotek bernama Apotek Heksa Farma diduga melakukan penyalahgunaan dalam pemberian resep obat golongan psikotropika yang tidak sesuai dengan prosedur medis standar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, muncul kekhawatiran terkait kemudahan masyarakat dalam memperoleh obat-obatan keras tersebut. Pasien dikabarkan cukup melakukan konsultasi singkat, bahkan melalui sambungan telepon (on call), tanpa adanya pemeriksaan fisik yang memadai atau uji laboratorium seperti tes urine.
Salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya atas fenomena ini. Menurutnya, mekanisme pemberian resep yang terlampau mudah berisiko memicu penyalahgunaan obat di tengah masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, seorang warga, yang di sembunyikan namanya, turut membeberkan pengalamannya terkait kemudahan akses resep di tempat tersebut.
"Cukup konsultasi sebentar, langsung diberikan resep. Ini sangat memprihatinkan," ujar Lee kepada awak media, menggambarkan betapa ringkasnya proses yang seharusnya dilakukan di bawah pengawasan ketat medis tersebut, Jumat, (3/4/2026).
Operasional apotek yang berlokasi di Perumahan Diamond Dream Land, Blok B.5, Tarogong Kidul, Garut ini diketahui berada di bawah pengelolaan seseorang bernama Ilham. Ia disebut-sebut sebagai orang kepercayaan dari Dr. Yonatan, yang diduga terlibat langsung dalam proses konsultasi hingga penerbitan resep.
Selain masalah prosedur medis, aspek perizinan dan pengawasan operasional apotek ini pun kini mulai dipertanyakan oleh berbagai pihak. Lemahnya pengawasan dari instansi terkait diduga menjadi celah bagi praktik yang menabrak aturan regulasi kesehatan dan keselamatan pasien.
Pakar kesehatan memperingatkan bahwa psikotropika bukan merupakan obat sembarangan. Tanpa indikasi medis yang jelas dan pengawasan ketat, penggunaan obat-obatan ini dapat berdampak fatal, mulai dari risiko ketergantungan hingga gangguan saraf permanen.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola Apotek Heksa Farma maupun Dr. Yonatan guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.
Masyarakat berharap Dinas Kesehatan maupun aparat penegak hukum setempat segera turun tangan melakukan investigasi mendalam demi memastikan perlindungan kesehatan bagi warga Garut. (Sumber Lie Lestari)

