Kasus Ijazah Palsu Jokowi Antiklimaks: Dihentikan Dengan Deponering Atau Diambangkan

Redaksi
April 15, 2026 | April 15, 2026 WIB Last Updated 2026-04-15T12:02:40Z
Jakarta, detiksatu.com || Jokowi terus mengulur waktu, untuk menekan Roy Suryo cs agar menyerah dan damai. Dengan begitu, kasus dihentikan dan ijazah Jokowi dianggap asli.

Namun Roy CS melawan, Jokowi kelabakan. Perburuan RJ hanya mampu menarik Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis dan Rismon Sianipar ke Solo.

Kasus fitnah ke JK, menjadi cara untuk meng-ekstensifikasi kasus. Agar terjadi kegaduhan, agar berkas dapat dihentikan demi kepentingan umum (Deponering) pasca P-21.

Langkah itu, adalah manuver untuk menyelamatkan Jokowi. Karena jika masuk pengadilan, maka kepalsuan ijazah akan terungkap ke publik.

Atau kasus akan diulur dan DIAMBANGKAN? Mengingat, sudah setahun kasus bergulir tapi tak kunjung ada persidangan.

Bagaimana ulasannya? 


Simak di Forum Keadilan TV, bersama Advokat Ahmad Khozinudin dan Jurnalis Darmawan Sepriosa.

https://youtu.be/kfe9i9CYqGc?si=xblRnB-hfnZEyR2i
https://youtu.be/kfe9i9CYqGc?si=xblRnB-hfnZEyR2i
https://youtu.be/kfe9i9CYqGc?si=xblRnB-hfnZEyR2i
[15/4, 04.36] null: *TRUMP, JOKOWI, PERANG IRAN & KASUS IJAZAH PALSU: SEMANGAT MEMULAI, BINGUNG MENGAKHIRI*


Bisa dikatakan, Donald Trump memiliki nasib yang sama dengan Jokowi. Sama-sama kebingungan untuk mengakhiri, walaupun awalnya begitu bersemangat untuk memulai. 

Keduanya, hanya berbeda dalam objek kebingungan. Trump kebingungan mengakhiri perang dengan Iran, sedangkan Jokowi kebingungan mengakhiri polemik ijazah palsu yang dilaporkan ke polisi tanggal 30 April 2025, tahun lalu.

Hari ini, Trump tidak mampu mencapai satupun target perang. Bahkan, menambah masalah baru.

Trump tak mampu memaksa Iran menghentikan kegiatan pengayaan uranium yang diklaim untuk pengembangan senjata nuklir. Sekarang, Trump menambah masalah dengan blokade selat Hormouz, yang sebelum perang terbuka bagi seluruh negara termasuk Amerika.

Trump, terlalu under estimate terhadap Iran. Trump, menganggap Iran sama dengan Venezuela. 

Saat ini Trump kebingungan mengakhiri perang. Predikat Amerika sebagai 'Super Power' kini menjadi 'Super Looser'. Negara yang sebelumnya disebut 'adidaya' kini menjadi negara 'tak berdaya'.

Bukan hanya tak mampu membuka selat Hormouz apalagi menghentikan program nuklir Iran. Trump, bahkan tak mampu mengajak sekutunya, baik di NATO atau sejumlah negara satelit Amerika, untuk bergabung dengan Amerika. Trump, menjadikan Amerika negara lumpuh, sehingga harus merengek negara negara di dunia, untuk membantu Amerika membuka blokade selat Hormouz.

Karena putus asa tak bisa membuka blokade, Trump akhirnya menutup selat Hormouz. Kalau kapal Amerika tidak bisa lewat, kapal negara lain pun tak boleh lewat. Tiji tibeh, mati siji mati Kabeh (mati satu, mati semua).

Faktanya, blokade Amerika terhadap selat Hormouz sangat ringkih. Kapal China bisa melenggang bebas melintasi selat Hormouz.

Trump kebingungan. Melanjutkan perang, itu sama saja mengantarkan mayat tentara Amerika ke Iran, sekaligus menambah jatuh reputasi Amerika di dunia internasional. 

Menghentikan perang, sama saja harus siap pasang muka badak, menanggung aib untuk seluruh rakyat Amerika. Negara adidaya, telah berubah menjadi negara tak berdaya.

Satu-satunya jalan keluar bagi Amerika, adalah memakzulkan Trump, menarik mundur pasukan dan menghentikan perang Iran. Untuk obat malu, klaim saja kebijakan perang adalah keputusan Trump. Bukan keputusan rakyat Amerika.

Soal reputasi? Ya tak bisa diselamatkan. Tapi, setidaknya tidak terlalu buruk ketimbang melanjutkan perang Amerika bersama Trump.

Adapun kebingungan Jokowi, dia mengalami dilema. Mencabut laporan, malu karena dianggap pecundang dan kalah. Melanjutkan ke proses sidang, khawatir ketahuan ijazahnya palsu di pengadilan.

Tanpa ditunjukan saja, keyakinan publik sudah meluas menyebut ijazahnya palsu. Apalagi, diteruskan via persidangan. Selain akan makin meyakinkan ijazah palsu, juga akan memakan banyak korban, khususnya UGM. Kampus ini, akan dikuliti habis di persidangan soal proses masuk hingga keluarnya 'ijazah' yang diklaim asli.

Mau menyelesaikan damai dengan Roy CS, yang bisa ditekan dan dirayu hanya ES, DHL dan RHS. Tidak melegitimasi penghentian perkara karena perdamaian.

Paling, harapan terakhir minta tolong kekuasaan. Baik melalui Deponering atau Abolisi Presiden.

Jokowi salah perhitungan. Under estimate. Dikira, Roy CS seperti Bambang Tri yang mudah dikandangkan.

Jokowi terjepit. Maju kena, mundur kena, diam pun juga kena. Bahkan, kematian pun tak mampu menyelamatkan dirinya dari kasus ijazah palsu. Sebab, di pengadilan akhirat kelak, telah menunggu banyak tuntutan rakyat yang akan mengadili dirinya, yang telah berbuat zalim selama dua periode menjadi Presiden R.I. [].
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kasus Ijazah Palsu Jokowi Antiklimaks: Dihentikan Dengan Deponering Atau Diambangkan

Trending Now