Makassar,detiksatu.com || Tragedi mengerikan terjadi di Pulau Kodingareng, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Senin (20/4) malam. Seorang nelayan berinisial MA (37) tewas bersimbah darah setelah ditikam menggunakan senjata tajam.
Kejadian ini bermula dari perselisihan sepele antara anak korban dan anak pelaku yang kemudian memanas hingga melibatkan kedua orang tua.
Korban ditemukan tersungkur di jalanan dengan luka robekan parah di bagian perut. Warga yang panik sempat berusaha memberikan pertolongan, namun nyawa korban tak tertolong. Suasana makin haru dan mencekam saat istri serta anak-anak korban menjerit histeris melihat kondisi jenazah yang mengenaskan.
Mendapat laporan, jajaran Polres Pelabuhan Makassar segera bergerak menuju lokasi menggunakan transportasi laut dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.
"Awalnya ada perselisihan antara anak korban dan anak pelaku. Kemudian berlanjut ke orang tuanya hingga terjadi perkelahian. Dalam peristiwa itu terjadi penikaman terhadap korban," ujar Kasat Pidana Umum Polres Pelabuhan Makassar, Ipda Dewa Yuda.
Pelaku Serahkan Diri
Usai melakukan aksinya, pelaku berinisial I (40) diketahui tidak melarikan diri jauh dan akhirnya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Pelaku dan korban diketahui sama-sama berprofesi sebagai nelayan. Pelaku berasal dari Pulau Barang Caddi, sementara korban merupakan warga pendatang di Kodingareng.
Sementara itu, jenazah korban dievakuasi menggunakan speedboat menuju daratan Makassar. Setelah melalui proses identifikasi awal di dermaga oleh tim Dokpol Polda Sulsel, jenazah selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis.
Dijerat Pasal Pembunuhan
Atas perbuatannya, pelaku kini diamankan dan dijerat dengan pasal penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Pihak kepolisian juga masih mendalami motif dan kronologi lengkap peristiwa naas tersebut.
ANDI MARWAN T.L

