Sosialisasi dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik sebagai pemilih pemula mengenai pentingnya demokrasi yang jujur, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Kepala MAN 7 Jakarta, Hanapi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut penting sebagai upaya edukasi bagi peserta didik terkait proses demokrasi dan pengawasan partisipatif.
“Tujuan utama sosialisasi Bawaslu ke madrasah adalah untuk mengedukasi pemilih pemula, menumbuhkan kesadaran pengawasan partisipatif, serta mencegah pelanggaran pemilu dengan menjaga netralitas institusi pendidikan dari politik praktis,” ujarnya.
Narasumber dari Bawaslu menjelaskan berbagai materi terkait nilai-nilai demokrasi, integritas, serta tanggung jawab warga negara dalam pelaksanaan pemilu. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai bahaya politik uang, penyebaran hoaks, dan polarisasi yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi.
“Generasi muda harus berani menolak kecurangan dan aktif melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran. Pengawasan partisipatif adalah bagian penting dalam menjaga demokrasi yang sehat,” jelas narasumber.
Selama kegiatan berlangsung, peserta didik tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan aktif mengajukan pertanyaan terkait mekanisme pemilu, tugas Bawaslu, dan peran pemilih pemula dalam kehidupan demokrasi.
Kegiatan sosialisasi tersebut memberikan wawasan kepada peserta didik mengenai pentingnya berpartisipasi dalam pemilu secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. MAN 7 Jakarta juga menegaskan komitmennya untuk menjaga netralitas lembaga pendidikan dari praktik politik praktis.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar