Tujuh Persen Remaja Jepang Kecanduan Sosial Media

Redaksi
Mei 05, 2026 | Mei 05, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T08:33:00Z

 


Tokyo,detiksatu.com II Tujuh persen anak muda Jepang berusia 10 hingga 19 tahun diduga menjadi pathological users atau pengguna patologis media sosial menurut survei terbaru dari Kurihama Medical and Addiction Center.

Hasil penelitian lembaga medis tersebut mengungkapkan bahwa para remaja ini sudah terlalu kecanduan sehingga sulit mengurangi waktu penggunaan ponsel mereka.

Survei berskala nasional itu juga menemukan bahwa kelompok usia remaja mencatatkan angka pengguna media sosial tertinggi di Jepang.

Beberapa temuan penelitian menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara penggunaan media sosial yang berlebihan dengan risiko kejahatan serta gangguan kesehatan mental pada anak.

Sebagai upaya perlindungan, negara-negara seperti Australia dan Indonesia bahkan telah menerapkan aturan tegas bagi anak berusia di bawah 16 tahun dalam menggunakan media sosial.

Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang bersama Badan Anak dan Keluarga kini mulai membahas langkah-langkah penanganan masalah tersebut secara serius.

Survei yang dilakukan pada awal tahun 2025 ini melibatkan ribuan responden yang dipilih secara acak dari 400 lokasi di seluruh negeri.

Kuesioner penelitian mencakup sembilan pertanyaan mendalam untuk mengukur tingkat ketergantungan seseorang terhadap dunia maya.

Pertanyaan tersebut di antaranya adalah “Apakah Anda telah melakukan upaya yang tidak berhasil untuk mengurangi penggunaan (media sosial)?” dan “Apakah Anda pernah berbohong kepada teman atau keluarga Anda tentang berapa banyak waktu yang Anda habiskan?”.

Responden yang menjawab “ya” untuk sedikitnya lima pertanyaan dikategorikan sebagai kelompok yang kemungkinan besar mengalami kecanduan media sosial.

Ambang batas kecanduan tersebut dilampaui oleh 7 persen responden usia remaja, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok usia 20-an yang berada di level 4,7 persen.

Persentase tersebut terus menurun pada kelompok usia yang lebih tua, yakni hanya 1,1 persen pada usia 30-an dan di bawah 1 persen bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas.

Dari kelompok yang diduga memiliki masalah kecanduan, sebanyak 30 persen responden mengaku menghabiskan waktu enam jam atau lebih secara online pada hari kerja.

Durasi penggunaan media sosial tersebut meningkat drastis hingga 62 persen saat para remaja memasuki waktu akhir pekan.

Pihak pusat medis menyarankan agar setiap rumah tangga menetapkan aturan penggunaan smartphone bagi anak-anak sebelum perangkat tersebut dibeli.

Selain menentukan kapan dan di mana ponsel boleh digunakan, para orang tua juga sangat diimbau untuk memberikan “contoh yang baik” bagi anak-anak mereka.[]


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tujuh Persen Remaja Jepang Kecanduan Sosial Media

Trending Now