PATI,DETIKSATU.COM || Kasus dugaan perbuatan tidak pantas yang menyeret nama pengasuh pondok pesantren, Asyhari, kian memicu kemarahan publik. Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka, Asyhari justru menghilang dan mangkir dari panggilan penyidik. Kondisi ini membuat penanganan kasus menjadi sorotan tajam masyarakat.
Satreskrim Polresta Pati membenarkan bahwa tersangka tidak memenuhi panggilan pemeriksaan. Saat dilakukan pengecekan ke kediamannya, Asyhari juga tidak ditemukan. Polisi menduga kuat yang bersangkutan telah melarikan diri ke luar wilayah Jawa Tengah.
“Pemanggilan sudah dilakukan, namun tersangka tidak hadir. Saat didatangi ke rumahnya juga tidak ada, sehingga ada indikasi yang bersangkutan melarikan diri,” ungkap pihak kepolisian.
Situasi ini membuat Polda Jawa Tengah turun tangan. Upaya pencarian kini diperluas lintas wilayah. Aparat menegaskan, apabila keberadaan tersangka berhasil dilacak, tindakan penangkapan akan dilakukan tanpa kompromi.
Namun di tengah upaya tersebut, gelombang kritik dari masyarakat terus menguat.
Seorang warga bernama Tresno secara tegas menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai kinerja Polres Pati tidak maksimal dalam menangani sejumlah kasus besar belakangan ini.
“Dari kasus pembunuhan di wilayah Suko Lilo sampai kasus pencabulan ini, kinerja tidak memuaskan. Kami kecewa,” ujarnya.
Kritik serupa juga ramai bermunculan di media sosial. Warganet mempertanyakan kesigapan aparat dalam mengantisipasi potensi kaburnya tersangka, terutama dalam kasus yang sudah menyita perhatian publik luas.
Banyak yang menilai, seharusnya langkah pencegahan seperti pengawasan ketat atau penahanan lebih awal bisa dilakukan agar tersangka tidak leluasa menghilang.
Kini, tekanan publik semakin besar. Masyarakat menuntut aparat penegak hukum bergerak cepat, transparan, dan tegas agar keadilan benar-benar ditegakkan, terutama bagi para korban.
Kasus ini bukan sekadar perkara hukum, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Jika tidak segera dituntaskan, bukan hanya tersangka yang hilang—kepercayaan masyarakat pun bisa ikut lenyap.(Red)

