Ketua Kaya Tene: NTT Miliki Alokasi 194.600 Ton Pupuk pada 2026, Informasi Harus Sampai ke Petani

Redaksi
Selasa, 16 Juni 2026 | Selasa, Juni 16, 2026 WIB Last Updated 2026-06-16T16:36:35Z
Kupang, detiksatu.com || Ketua Yayasan Kaya Tene Kupang, Zainudin Umar, mengungkapkan bahwa ketersediaan pupuk bagi petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2026 mencapai 194.600 ton dengan berbagai jenis, seperti urea dan NPK. 

Ia menegaskan, informasi mengenai ketersediaan pupuk tersebut perlu disebarluaskan hingga ke tingkat desa agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

Pernyataan tersebut disampaikan Zainudin saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional 2026 bertema “Menggali Potensi Pemuda dalam Menjaga Kedaulatan Pangan” yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana), Senin, 15 Juni 2026.

Dalam pemaparannya, Zainudin menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama yang masih dihadapi petani di NTT adalah keterbatasan akses terhadap informasi pertanian, termasuk mengenai pupuk bersubsidi yang telah disediakan pemerintah.

“Dari Juni 2026 di Nusa Tenggara Timur tersedia pupuk sebanyak 194.600 ton dengan berbagai jenis, seperti urea, NPK, dan lainnya sebagainya. Ini menjadi informasi yang perlu disampaikan kepada orang tua dan masyarakat di kampung karena selama ini banyak yang belum mengetahuinya,” ujar Zainudin.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat melalui regulasi terbaru telah memberikan perhatian terhadap sektor pertanian, termasuk pengaturan distribusi pupuk bersubsidi. Selain itu, Kementerian Pertanian juga memberikan kewenangan kepada Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu penyalur pupuk untuk masyarakat.

Ia menuturkan, kemudahan akses tersebut harus diketahui masyarakat desa agar petani dapat memperoleh pupuk sesuai kebutuhan. Ia berkata, proses pendaftaran relatif sederhana dan cukup menggunakan kartu tanda penduduk (KTP).

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Joaz Bily Oemboe Wanda belum berhasil dihubungi untuk dimintai tanggapannya.

Air, Bibit, dan Pupuk Masih jadi Tantangan

Dalam kesempatan itu, Zainudin juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pengalaman Yayasan Kaya Tene mendampingi masyarakat, terdapat tiga persoalan utama yang dihadapi petani, yakni ketersediaan air, akses bibit unggul, dan ketersediaan pupuk.

“Kendala pertama adalah air, kedua bibit, dan ketiga pupuk. Karena itu kami mencoba menghadirkan solusi melalui penyediaan sarana air, edukasi pembibitan, hingga informasi mengenai akses pupuk bagi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, Yayasan Kaya Tene mengembangkan konsep pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan lahan milik warga. Seluruh fasilitas yang dibangun, seperti sarana air, listrik, dan infrastruktur pendukung pertanian, nantinya menjadi milik masyarakat setelah program berakhir.

Salah satu lokasi pendampingan yayasan berada di Desa Wowong, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata. Di wilayah tersebut, Yayasan Kaya Tene membangun kebun percontohan yang diharapkan menjadi pusat pembelajaran dan inovasi pertanian bagi masyarakat sekitar.

Reporter: Emanuel Boli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ketua Kaya Tene: NTT Miliki Alokasi 194.600 Ton Pupuk pada 2026, Informasi Harus Sampai ke Petani

Trending Now

Iklan