TANJAB BARAT,DETIKSATU.COM|| Sejumlah pelanggan Perumda Air Minum Tirta Pengabuan mengeluhkan aliran air yang tidak mengalir atau mengalami gangguan selama beberapa hari terakhir. Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Pengabuan, Feri Elvianto, S.H., menjelaskan akar permasalahan yang terjadi sekaligus menyampaikan penjelasan resmi kepada masyarakat.
Menurut Feri, gangguan yang terjadi ini bukan disebabkan oleh kerusakan atau kebocoran pada instalasi pipa, melainkan berkaitan erat dengan pasokan dan kualitas jaringan listrik. Ia juga menjelaskan mekanisme penyampaian informasi yang diterapkan pihaknya terkait berbagai jenis gangguan.
“Untuk gangguan berupa penurunan tegangan, biasanya kami tidak menyampaikan pengumuman resmi secara luas. Informasi hanya disampaikan oleh petugas lapangan. Hal ini berbeda dengan pemadaman listrik skala besar dan berdurasi lama, di mana kami akan mendapatkan pemberitahuan resmi dari pihak PLN,” ungkap Feri Elvianto saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, untuk gangguan berskala kecil seperti pemadaman sementara selama 1 hingga 2 jam atau gangguan akibat tiang roboh, pihaknya juga tidak mengeluarkan pemberitahuan tertulis karena sifatnya sementara dan segera ditangani langsung di lapangan.
Sementara itu, terkait gangguan berkelanjutan yang dirasakan pelanggan belakangan ini, manajemen Perumda Air Minum Tirta Pengabuan merilis pengumuman resmi sebagai berikut:
PENGUMUMAN RESMI
Perumda Air Minum Tirta Pengabuan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas terganggunya pendistribusian air bersih kepada sebagian pelanggan dalam beberapa hari terakhir.
Perlu kami sampaikan dengan jelas bahwa kondisi gangguan ini murni merupakan dampak berantai dari gangguan sistem kelistrikan wilayah Sumatera yang terjadi beberapa hari yang lalu. Selain itu, pada jaringan listrik di wilayah Tebing Tinggi yang menjadi sumber daya utama untuk mengoperasikan bangunan Intake dan Instalasi Pengolahan Air (IPA)—terjadi gangguan berupa penurunan tegangan listrik atau drop tegangan.
Kondisi ini membuat aliran listrik secara fisik masih tersedia, namun nilai tegangannya tidak mencukupi untuk menggerakkan pompa dan peralatan pengolahan air secara aman dan optimal. Apabila operasional tetap dipaksakan berjalan dalam kondisi tegangan rendah, dikhawatirkan akan terjadi kerusakan serius pada peralatan produksi air minum, yang justru akan memperparah kondisi pelayanan dan memperlama pemulihan.
Akibat kendala teknis tersebut, kapasitas produksi dan distribusi air ke masyarakat menjadi tidak maksimal. Hal ini berdampak langsung pada penurunan tekanan air hingga terhentinya aliran air sama sekali di beberapa wilayah pelayanan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Saat ini, manajemen dan tim teknis Perumda Air Minum Tirta Pengabuan terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak PLN guna memantau proses perbaikan jaringan. Kami juga melakukan langkah-langkah teknis yang diperlukan agar sistem produksi dan distribusi air dapat kembali pulih dan beroperasi normal secepatnya.
Atas pengertian, kesabaran, dan dukungan seluruh pelanggan dalam menghadapi situasi ini, kami ucapkan terima kasih. Kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memulihkan aliran air bersih ke rumah-rumah warga secepat mungkin.(Hen)

