Iklan

Tingkat Tertinggi Dari Takwa Adalah Ihsan, Yaitu Menyembah Allah Seolah-olah Melihat-Nya. Generasi Terdahulu Sangat Menjaga Hati Dari Sifat Riya' (Pamer) dan Sombong.

Redaksi
Rabu, 10 Juni 2026 | Rabu, Juni 10, 2026 WIB Last Updated 2026-06-10T03:31:27Z
MUTIARA HIKMAH - RABU, 10 JUNI 2026

Belajar dari Generasi Terdahulu, Membangun Generasi Taqwa

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلَمْ يَرَوْا كَمْ اَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنْ قَرْنٍ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَّكُمْ وَاَرْسَلْنَا السَّمَآءَ عَلَيْهِمْ مِّدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْاَنْهٰرَ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمْ فَاَهْلَكْنٰهُمْ بِذُنُوْبِهِمْ وَاَنْشَأْنَا مِنْۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا اٰخَرِيْنَ

_"Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal generasi itu telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka."_
 QS. Al-An'am: 6

PERHATIKAN GENERASI SEBELUM KITA

Ayat ini mengandung perintah agar manusia belajar dari generasi-generasi terdahulu.

Mereka pernah mencapai kejayaan, kemakmuran, kekuatan politik, kekayaan ekonomi, serta kemajuan peradaban. 

Namun ketika mereka tenggelam dalam dosa, kesombongan, dan penyimpangan, Allah menurunkan kehancuran kepada mereka.
Jika satu generasi dihitung sekitar 25 tahun, maka sejak Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945 hingga saat ini, bangsa Indonesia telah melewati beberapa generasi yang masing-masing memiliki karakter, tantangan, dan corak peradaban yang berbeda.

Pertanyaannya adalah: pelajaran apa yang kita ambil dari perjalanan generasi-generasi tersebut?

WARISAN TAUHID DAN NILAI PANCASILA

Jauh sebelum Indonesia merdeka, para ulama dan Wali Songo telah menyebarkan nilai-nilai tauhid, akhlak, dan peradaban Islam di Nusantara.

Kemudian lahirlah Pancasila yang secara substansi mengandung nilai-nilai universal yang sejalan dengan ajaran agama, antara lain:

 Ketuhanan Yang Maha Esa : Nilai Tauhid, Iman, dan Taqwa.
QS. Al-Ikhlas:

1 "Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa."
QS. Al-Baqarah: 163

"Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia."

 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab 
 Nilai keadilan dan penghormatan terhadap martabat manusia.
 QS. Al-Isra': 70
QS. An-Nisa': 135

 Persatuan Indonesia 
 Nilai ukhuwah, persaudaraan dan persatuan.
 QS. Al-Hujurat: 13
QS. Ali Imran: 103

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan 
 Nilai musyawarah dan kebijaksanaan.
QS. Asy-Syura: 38
QS. Ali Imran: 159

 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia 
 Nilai keadilan, gotong royong, dan kepedulian sosial.
 QS. An-Nahl: 90
 QS. Al-Ma'idah: 2

PANCASILA DAN NILAI TAUHID

Secara substansi, nilai-nilai luhur Pancasila memiliki keselarasan dengan nilai tauhid, akhlak, keadilan, persatuan, musyawarah, dan kepedulian sosial yang diajarkan Al-Qur'an.

Karena itu, tugas setiap generasi adalah menjaga agar nilai-nilai tersebut tetap hidup dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.

TANTANGAN GENERASI MASA KINI

Setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Karena itu diperlukan evaluasi dan introspeksi bersama agar kehidupan bermasyarakat tidak menjauh dari nilai-nilai ketuhanan, keadilan, persatuan, amanah, dan kepedulian sosial yang menjadi cita-cita bersama bangsa.

BANGKITKAN GENERASI TAQWA

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗۤ اَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ
QS. Al-Ma'idah: 54

Ayat ini menggambarkan karakter Generasi Taqwa:

 Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah.

 Berkasih sayang kepada sesama orang beriman.

 Teguh dalam mempertahankan prinsip-prinsip agama.

 Bersungguh-sungguh berjuang di jalan Allah.

Tidak takut terhadap celaan dan tekanan ketika membela kebenaran.

IMAN DAN TAQWA MENDATANGKAN KEBERKAHAN

Allah berfirman:
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ

_"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi."_
QS. Al-A'raf: 96

Keberkahan bukan hanya berupa kekayaan materi, tetapi juga keamanan, persatuan, kesehatan, keadilan, ketenteraman, dan kemajuan yang diridhai Allah.

PERINGATAN TENTANG AZAB DAN PERPECAHAN

Allah juga mengingatkan:

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلٰى اَنْ يَّبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّنْ فَوْقِكُمْ اَوْ مِنْ تَحْتِ اَرْجُلِكُمْ اَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَّيُذِيْقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ

_"Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan yang saling bertentangan dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain."_
QS. Al-An'am: 65

Ayat ini mengingatkan bahwa perpecahan, konflik sosial, permusuhan, dan hilangnya persatuan merupakan peringatan yang harus dijadikan bahan introspeksi oleh seluruh umat manusia.

RENUNGAN PENUTUP

Mari belajar dari generasi-generasi terdahulu.

Mari mengambil hikmah dari sejarah, bukan sekadar mengulang kesalahannya.

 Perkuat hubungan dengan Al-Qur'an.

 Tegakkan sholat.

 Perbanyak infaq dan kepedulian sosial.

 Bangun Generasi Taqwa yang CBM / CERDAS , BERANI , MILITAN tentunya berilmu, berakhlak, berani membela kebenaran, serta mampu menghadirkan kemaslahatan bagi agama, bangsa, dan negara.

InsyaAllah melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi kepada negeri kita, menjaga persatuan bangsa, serta membimbing kita semua menuju jalan yang diridhai-Nya.

 Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin.

Salam Jihad

BES — Brother Eggi Sudjana
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tingkat Tertinggi Dari Takwa Adalah Ihsan, Yaitu Menyembah Allah Seolah-olah Melihat-Nya. Generasi Terdahulu Sangat Menjaga Hati Dari Sifat Riya' (Pamer) dan Sombong.

Trending Now

Iklan