LEBAK, DETIKSATU.COM || Isu mengenai bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak kembali menjadi perbincangan hangat dan viral di berbagai platform media sosial. Beragam spekulasi pun bermunculan terkait sosok yang akan menduduki jabatan birokrasi tertinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak tersebut.
Menanggapi hal itu, aktivis Lebak yang dikenal dengan sapaan King Naga meminta agar proses pengisian jabatan Sekda dilakukan secara profesional, transparan, dan bebas dari kepentingan politik praktis.
Menurutnya, jabatan Sekda merupakan posisi strategis yang memiliki peran penting dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah. Karena itu, penentuannya harus mengedepankan kompetensi, integritas, rekam jejak, serta sistem merit sebagaimana ketentuan yang berlaku.
"Kami berharap Bupati Lebak tetap menjaga netralitas dan tidak memihak dalam proses ini. Jabatan Sekda harus diisi oleh figur yang benar-benar memiliki kapasitas dan kemampuan menjalankan birokrasi, bukan karena kedekatan politik ataupun faktor dukungan pada kontestasi Pilkada," ujar King Naga, Jumat (12/6/2026).
Ia menilai, menjaga independensi dalam proses seleksi Sekda menjadi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Apalagi saat ini masyarakat semakin kritis dalam mengawasi setiap kebijakan dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pejabat publik.
"Transparansi dan objektivitas harus menjadi prioritas. Jangan sampai muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa jabatan strategis ditentukan oleh kepentingan politik tertentu. Yang dibutuhkan masyarakat adalah birokrasi yang profesional dan melayani," tegasnya.
King Naga juga mengingatkan agar seluruh tahapan seleksi dan penetapan Sekda berjalan sesuai aturan perundang-undangan serta mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Hingga saat ini, dinamika bursa calon Sekda Lebak masih menjadi perhatian publik dan terus memunculkan berbagai spekulasi. Masyarakat berharap pemerintah daerah tetap konsisten menjunjung tinggi profesionalisme, netralitas, dan sistem merit dalam menentukan pejabat yang akan mengisi posisi tersebut.(Jul)

