Menurut M. Jalil, Kongres BM PAN ke-VII bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menunjukkan kepada publik bahwa PAN merupakan partai yang konsisten menjaga demokrasi dan menjunjung tinggi proses politik yang sehat.
Ia menilai, di bawah kepemimpinan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), partai telah menunjukkan perkembangan yang positif dan berhasil memperoleh kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh kader diminta menjaga citra baik tersebut dengan menghadirkan kompetisi yang sehat, terbuka, dan bermartabat dalam kongres mendatang.
"PAN di bawah komando Ayahanda Zulhas sudah dicintai rakyat. Jangan sampai prestasi ini dirusak oleh oknum kandidat yang memakai cara pintas untuk berkuasa. Jika kita suguhkan kompetisi yang sehat dan demokratis, masyarakat akan makin percaya untuk memilih PAN di Pemilu 2029," tegas M. Jalil.
Dalam pernyataan sikapnya, DPD BM PAN Enrekang menegaskan beberapa poin penting. Pertama, apresiasi terhadap meningkatnya kepercayaan publik kepada PAN yang dinilai menjadi modal besar untuk memperkuat posisi partai dalam menghadapi kontestasi politik ke depan.
Kedua, DPD BM PAN Enrekang meminta seluruh elite partai dan panitia pelaksana kongres agar benar-benar mengawal jalannya proses demokrasi secara jujur, adil, dan transparan. Menurutnya, proses pemilihan yang bersih akan menjadi bukti nyata bahwa PAN tetap berkomitmen pada nilai-nilai demokrasi.
Ketiga, pihaknya secara tegas menolak segala bentuk praktik politik yang tidak sehat dalam pemilihan Ketua Umum BM PAN. M. Jalil menilai, penggunaan cara-cara pintas, manuver yang tidak etis, maupun praktik-praktik yang mencederai demokrasi hanya akan merusak citra organisasi dan menghilangkan kepercayaan kader.
Ia menegaskan bahwa setiap calon ketua umum harus mengedepankan gagasan, kapasitas kepemimpinan, rekam jejak, serta kemampuan membangun organisasi, bukan mengandalkan cara-cara pragmatis untuk memperoleh kemenangan.
Lebih lanjut, M. Jalil menilai bahwa BM PAN memiliki peran strategis sebagai laboratorium politik bagi kader-kader muda Partai Amanat Nasional. Dari organisasi inilah diharapkan lahir generasi pemimpin yang memiliki integritas, loyalitas, kemampuan kepemimpinan, serta komitmen terhadap perjuangan partai.
"BM PAN adalah laboratorium politik untuk mencetak kader-kader yang mampu mewujudkan cita-cita partai. Jangan sampai laboratorium ini justru melahirkan kader-kader yang pragmatis karena proses pemilihan ketuanya juga dilakukan secara pragmatis," ujarnya.
Menurutnya, kualitas proses demokrasi di internal organisasi akan sangat menentukan kualitas kader yang dihasilkan. Jika prosesnya berjalan dengan baik, maka pemimpin yang terpilih juga akan memiliki legitimasi yang kuat untuk membawa organisasi semakin maju.
Selain itu, DPD BM PAN Enrekang menilai bahwa pelaksanaan Kongres BM PAN ke-VII akan menjadi salah satu indikator kedewasaan politik kader PAN secara nasional. Hasil kongres tidak hanya menjadi perhatian internal partai, tetapi juga akan dinilai oleh masyarakat luas.
M. Jalil mengatakan bahwa masyarakat kini semakin kritis dalam melihat dinamika politik. Karena itu, setiap proses yang berlangsung di internal partai harus mampu menunjukkan komitmen terhadap demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas.
Ia optimistis bahwa apabila kongres berjalan secara demokratis, maka hal tersebut akan menjadi modal penting bagi PAN dalam menghadapi Pemilu 2029. Kepercayaan masyarakat, menurutnya, akan semakin meningkat apabila melihat partai mampu menjaga integritas dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Di akhir pernyataannya, DPD BM PAN Enrekang mengajak seluruh kader BM PAN di berbagai daerah untuk menjaga persatuan, mengedepankan semangat kompetisi yang sehat, serta menghormati siapa pun yang nantinya terpilih melalui mekanisme organisasi yang sah.
DPD BM PAN Enrekang berharap Kongres BM PAN ke-VII dapat menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi, melahirkan kepemimpinan yang berintegritas, dan semakin memperkokoh posisi PAN sebagai partai yang menjunjung tinggi demokrasi, sehingga mampu terus mendapatkan kepercayaan masyarakat menuju Pemilu 2029.


