Pasaman Barat,detiksatu.com || Angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, pada Rabu (5/8/2026) sore mengakibatkan sebuah pohon durian berukuran besar tumbang dan menimpa rumah semi permanen milik pasangan Ratna dan Nefriadi di Jorong Simpang Godang Utara, Nagari Ranah Malintang.
Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak keluarga di lokasi kejadian, rumah semi permanen tersebut mengalami kerusakan berat. Hampir seluruh bagian bangunan roboh dan hanya menyisakan bagian depan yang masih berdiri.
Saleh, orang tua korban, mengatakan musibah itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, sesaat setelah Ratna pulang dari bekerja.
"Sekitar pukul empat sore Ratna baru pulang kerja. Saat itu angin bertiup sangat kencang. Ketika baru sampai di depan rumah, pohon durian langsung tumbang menimpa badan rumah. Alhamdulillah, Ratna masih sempat menyelamatkan diri," ujar Saleh.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Ratna berhasil menyelamatkan diri hanya beberapa saat sebelum pohon berukuran besar itu menghantam rumahnya.
Menurut Saleh, rumah semi permanen berukuran 6 x 8 meter itu diperkirakan mengalami kerusakan sekitar 90 persen. Kerugian material yang dialami keluarga ditaksir mencapai lebih dari Rp40 juta.
Pascakejadian, batang dan ranting pohon durian yang menimpa rumah telah dievakuasi secara bergotong royong oleh masyarakat setempat.
Saleh juga menyampaikan bahwa Pemerintah Nagari Ranah Malintang bersama pihak Kecamatan Sungai Aur telah turun langsung meninjau lokasi kejadian. Menurutnya, kedua pihak berjanji akan menindaklanjuti musibah tersebut dengan melaporkannya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat agar korban dapat segera memperoleh penanganan dan bantuan yang dibutuhkan.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Nagari Ranah Malintang, Zurmi, membenarkan terjadinya musibah tersebut. Ia mengatakan pemerintah nagari bersama pihak Kecamatan Sungai Aur telah meninjau langsung lokasi kejadian sebagai langkah awal penanganan.
"Kami telah melihat langsung kondisi rumah korban yang sangat rusak parah hampir keseluruhan. Selanjutnya, kami akan membuat laporan kepada BPBD Kabupaten Pasaman Barat. Selain itu, kami juga akan mengupayakan bantuan melalui BAZNAS dan Dinas Sosial Kabupaten Pasaman Barat untuk meringankan beban keluarga korban. Laporan tersebut akan dibawa langsung oleh Bapak Camat Sungai Aur," ujar Zurmi.
Sementara itu, detiksatu.com masih berupaya mengonfirmasi BPBD Kabupaten Pasaman Barat terkait langkah penanganan dan bantuan yang akan diberikan kepada keluarga korban. Hingga berita ini diterbitkan, keterangan resmi dari BPBD masih belum diperoleh.
Peristiwa ini terjadi di tengah adanya peringatan dini cuaca ekstrem yang telah disampaikan BPBD Provinsi Sumatera Barat berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam imbauannya, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.
Masyarakat diimbau untuk rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG maupun instansi terkait, mengurangi aktivitas di luar rumah saat hujan disertai angin kencang apabila tidak mendesak, serta memeriksa kondisi pohon-pohon besar di sekitar pemukiman. Pohon yang sudah tua, rapuh, atau berpotensi tumbang sebaiknya segera dipangkas atau ditangani agar tidak membahayakan keselamatan.
Pasca kejadian, keluarga korban berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah serta para dermawan agar rumah yang mengalami kerusakan berat tersebut dapat segera diperbaiki sehingga kembali layak dihuni.
Musibah ini juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan semangat gotong royong dalam menghadapi ancaman bencana alam di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. (Riski Habibi)