Ibu Hamil Dipulangkan, Lahir Sendirian di Rumah Tanpa Pendampingan

Ibu Hamil Dipulangkan, Lahir Sendirian di Rumah Tanpa Pendampingan

September 23, 2026 | September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T06:36:15Z
Gunung sitoli,detiksatu.com || Pelayanan di UPTD Puskesmas Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, jadi sorotan, Seorang ibu hamil yang datang dengan tanda-tanda hendak melahirkan justru diperbolehkan pulang, dan tak lama kemudian bersalin di rumah tanpa pendampingan tenaga kesehatan.
 
Peristiwa itu dialami oleh Suriani Halawa, warga Desa Gada, Kecamatan Gunungsitoli Barat, yang mengandung anak ketiganya. Pada Senin malam, 21 September 2026, kondisi Suriani mulai menunjukkan tanda-tanda persalinan. Suaminya, Arlius Lase, khawatir dan segera menghubungi bidan desa serta meminta bantuan ambulans untuk membawa istrinya ke Puskesmas Gunungsitoli Barat.
 
Ambulans tiba menjemput Suriani. Arlius bersama ibunya menyusul menggunakan sepeda motor. Sesampainya di puskesmas, Suriani diperiksa oleh bidan yang bertugas malam itu. Hasil pemeriksaan menyebutkan pembukaan masih pada tahap awal, dan persalinan diperkirakan baru akan terjadi satu hingga dua hari ke depan.
 
"Katanya baru bukaan pertama. Diperkirakan masih satu sampai dua hari lagi melahirkan," ujar Arlius kepada awak media pada Selasa, 22 September 2026.
 
Karena tidak diarahkan untuk rawat inap, Suriani pun dibawa pulang. Kepulangan itu dilakukan pada dini hari tanpa kendaraan ambulans; Arlius terpaksa membonceng istrinya serta ibunya secara bergantian dengan sepeda motor.
 
Namun kenyataan berbeda dengan perkiraan. Sekitar pukul 05.30 WIB, Selasa pagi, atau hanya beberapa jam setelah tiba di rumah, Suriani melahirkan. Persalinan berlangsung tanpa bantuan tenaga medis, hanya dibantu oleh ibu kandung Arlius dan tetangga sekitar.
 
"Persalinan itu berlangsung di rumah tanpa bantuan tenaga medis. Kelahiran anak ketiga kami di rumah, hanya dibantu oleh ibu saya dan tetangga," ungkap Arlius.
 
Keluarga merasa kecewa sekaligus mempertanyakan keputusan petugas. Kedatangan ke puskesmas dilakukan karena kekhawatiran akan kondisi ibu, namun justru dipulangkan dengan alasan persalinan belum akan terjadi.
 
"Saya kecewa. Kami datang ke puskesmas karena istri saya sudah menunjukkan tanda-tanda mau melahirkan, dengan harapan mendapatkan pelayanan yang tepat," kata Arlius.
 
"Yang kami pertanyakan, apakah memang seperti itu standar prosedurnya? Kami datang karena istri saya sudah menunjukkan tanda-tanda mau melahirkan," tambahnya.
 
Sekitar satu jam setelah persalinan, sejumlah bidan dari Puskesmas Gunungsitoli Barat mendatangi kediaman mereka. Para petugas menyampaikan permohonan maaf dan mengajak Suriani kembali ke puskesmas untuk perawatan pascapersalinan, namun ditolak. Arlius memilih istrinya dirawat di rumah.
 
Kedatangan petugas setelah kelahiran pun menimbulkan tanda tanya tersendiri bagi keluarga. Mereka meminta kejelasan mengenai dasar pertimbangan petugas memperkirakan waktu persalinan serta alasan tidak disarankannya observasi atau rawat inap.
 
Arlius berharap Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Kesehatan tidak berhenti sekadar menerima laporan, melainkan melakukan evaluasi menyeluruh.
 
"Kami berharap ini diperiksa dan dievaluasi. Jangan sampai kejadian seperti ini dialami ibu-ibu lain," tegasnya.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, Everoni Mendrofa, yang ditemui awak media didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan, Manahat Fraser Napitupulu, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.
 
"Kami akan tindaklanjuti, kami akan panggil. Mungkin Senin mendatang sudah ada kabar tindaklanjut," ujar Everoni.
 
Dinas Kesehatan berencana memanggil Kepala UPTD Puskesmas Gunungsitoli Barat serta petugas yang bertugas pada malam kejadian untuk mengungkap kronologi secara utuh. Hal yang akan ditelusuri meliputi dasar medis perkiraan waktu persalinan, kondisi pasien saat diperiksa, serta alasan kepulangan tanpa observasi, guna memastikan kesesuaian dengan standar pelayanan kesehatan ibu bersalin.
 
Bagi keluarga Suriani, persoalannya bukan sekadar perkiraan waktu yang meleset. Lebih dari itu, keselamatan ibu yang datang mencari pertolongan justru dibiarkan pulang dan melahirkan tanpa pendampingan tenaga kesehatan.(SZ)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ibu Hamil Dipulangkan, Lahir Sendirian di Rumah Tanpa Pendampingan

Trending Now