Bantuan Tak Kunjung Datang, Warga Aeramo Masih Bertahan Di Tenda Darurat

Bantuan Tak Kunjung Datang, Warga Aeramo Masih Bertahan Di Tenda Darurat

Agustus 17, 2026 | Agustus 17, 2026 WIB Last Updated 2026-08-17T09:06:51Z

NAGEKEO,DETIKSATU.COM || Warga di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih bertahan secara mandiri setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Hingga Senin (17/8/2026), warga mengaku belum menerima bantuan apapun. Warga setempat mendesak pemerintah segera turun langsung ke wilayah terdampak.

Berdasarkan informasi yang diterima detiksatu.com, getaran gempa hari ini dirasakan hampir seluruh desa di Kabupaten Nagekeo.

Ribuan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai dari ringan hingga berat. Fasilitas umum juga dilaporkan rusak parah.

Sebagian warga di wilayah lain juga mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan saat gempa terjadi, bahkan ada yang meninggal dunia karena syok.

Sementara itu, warga yang rumahnya rusak memilih bertahan di luar rumah karena khawatir bangunan yang masih berdiri mengalami kerusakan lebih parah saat gempa susulan.

Warga berinisiatif mendirikan tenda darurat secara mandiri di pinggir jalan dan lapangan terbuka hingga ke bukit. Mereka bertahan dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari menggunakan sumber daya yang tersedia. 

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan mendesak warga meliputi makanan, air bersih, tenda, perlengkapan tidur, serta kebutuhan khusus untuk bayi dan anak-anak.

Warga yang rumahnya rusak juga membutuhkan bantuan untuk memperbaiki tempat tinggal mereka. Kondisinya semakin sulit karena jaringan komunikasi yang tidak stabil. Akibatnya, warga yang berada di pelosok kesulitan memperoleh informasi maupun berkomunikasi untuk meminta bantuan.

Seorang pemuda asal Aeramo, Dolin Aja, mendesak pemerintah Nagekeo segera turun langsung ke desa-desa terdampak. 

Menurut Dolin Aja, penyampaian informasi atau instruksi melalui grup pesan berantai tidak cukup efektif karena gangguan jaringan komunikasi.

"Pemerintah harus turun langsung ke pelosok-pelosok desa. Jangan hanya memberi perintah lewat grup pesan atau surat edaran. Di wilayah lain jaringan tidak stabil yang mengakibatkan informasi jadi sangat lambat sampai ke desa,"tegas Dolin Aja. 

Ia berharap pemerintah tidak hanya menyampaikan imbauan dari jarak jauh, tetapi juga melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan, terutama warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. 

Warga juga berharap pemerintah, lembaga kemanusiaan, relawan, dan pihak terkait segera menyalurkan bantuan yang merata di wilayah Nagekeo.

Reporter:Stef
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bantuan Tak Kunjung Datang, Warga Aeramo Masih Bertahan Di Tenda Darurat

Trending Now