PADANG, DETIKSATU.COM || Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada Senin (3/8/2026) memicu banjir di berbagai daerah. Kota Padang menjadi wilayah yang terdampak paling parah dengan sedikitnya 15 titik banjir, sementara tim gabungan masih melakukan penanganan dan evakuasi di lapangan.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Ilham Wahab, mengatakan seluruh personel masih disiagakan untuk membantu warga terdampak.
"Yang paling parah Kota Padang, ada 15 titik banjir. Saat ini tim sedang melakukan evakuasi di lapangan," ujar Ilham Wahab, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan rilis media Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterbitkan pada Senin malam, banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB. Luapan air menggenangi kawasan permukiman dan sejumlah ruas jalan.
Laporan BPBD Kota Padang yang dihimpun BNPB menyebut banjir berdampak di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kuranji, Kecamatan Koto Tangah, dan Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Hingga berita ini ditulis, pendataan korban jiwa maupun kerugian materiil masih terus dilakukan.
Merespons kondisi tersebut, BPBD Kota Padang bersama organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, serta unsur terkait melakukan penanganan darurat dengan mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman menggunakan perahu. Tim gabungan juga terus melakukan kaji cepat dan pendataan dampak bencana sebagai dasar penanganan lanjutan.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca yang menyebut Sumatera Barat berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Hingga Senin malam, banjir di sejumlah titik di Kota Padang dilaporkan masih belum sepenuhnya surut dan hujan masih mengguyur sebagian wilayah terdampak. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi cuaca dari BMKG dan BPBD, serta segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan proses evakuasi demi keselamatan bersama.(RH)

