NAGEKEO,DETIKSATU.COM || Meski dalam kondisi sangat memprihatinkan, anak-anak pengungsi korban gempa di Desa Mbaenuamuri, Kecamatan Keotengah, Kabupaten Nagekeo, NTT, tetap bersemangat belajar di tenda-tenda darurat.
Anak- anak terpaksa belajar di tenda darurat lantaran sekolah mereka rusak berat akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo dan sekitarnya pada Sabtu (15/8/2026).
Demi mendukung keinginan anak-anak agar tidak merasa traumatis, orang tua terpakasa membangun posko mandiri untuk anak-anak bisa bermain dan belajar.
Kepala Desa Mbaenuamuri, Petrus Sambu Juang mengatakan selain rumah-rumah warga, bangunan sekolah di desa mereka ikut rusak parah saat gempa mengguncang.
“Akibatnya, warga dan anak-anak banyak yang mengungsi ke perbukitan dan tempat yang terbuka bersama keluarganya, dan membuat mereka tidak bisa kembali kerumah untuk melakukan aktifitasnya,”ujar Petrus kepada detiksatu.com pada Kamis (20/8/2026).
Kondisi gempa susulan yang trus terjadi membuat anak-anak dan warga Desa Mbaenuamuri merasa trauma.
Untuk sementara satu Desa Mbaenuamuri ada 9 RT. Yang mengungsi mandiri ada 7 RT, yang terpusat 2 RT. Kebutuhan saat ini yang di butuhkan adalah sembako,air minum, tenda.
Kades Mbaenuamuri berharap Pemda Nagekeo menyalurkan bantuan yang menjadi kebutuhan dasar warga terdampak secara merata sampai di desa-desa pedalaman.
“Kami juga berharap Pemda Nagekeo bisa membantu dengan tenda,obat-obat dan pelayanan kesehatan untuk memastikan keadaan warga terdampak sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita ingin terhadap penyintas terdampak,” kata Petrus.
Sejumlah warga juga berharap kepada Pemda agar kebutuhan mereka terpenuhi. Jangan tunggu kami dari pedalaman datang ke kota, dengan situasi yang serba keterbatasan ini, Kami mau Pemda turun langsung untuk melihat keaadan kami.
Reporter: Stef