NAGEKEO,DETIKSATU.COM || Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Nagekeo Gonzalo G.M Sada selalu memperkuat strategi distribusi bantuan menggunakan 20 kendaraan roda dua untuk menjangkau masyarakat terdampak yang berada di wilayah terisolasi yang sulit di jangkau oleh kendaraan roda empat di setiap pos pengungsi.
Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan tanggap darurat selama tiga hingga empat hari terakhir. Hasil pemantauan kami menunjukkan masih terdapat sejumlah wilayah yang menghadapi kendala akses akibat kondisi jalan yang rusak, kerusakan rumah warga, dan kerusakan infrastruktur umum, serta kebutuhan yang belum terpenuhi.
Ketua Satgas Penanganan Gempa Bumi Nagekeo, Gonzalo G.M Sada, mengatakan keterbatasan akses tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat di wilayah terpencil untuk luput dari pelayanan dan bantuan pemerintah maupun dinas terkait.
Ia juga menegaskan, upaya menjangkau wilayah yang terisolasi, kami terus membangun sinergitas dengan TNI - Polri dan para relawan untuk memastikan proses evakuasi, pendistribusi logistik, dan mempercepat pendataan kebutuhan dasar warga terdampak serta pelayanan secara terpadu dan tepat pada sasaran.
“Kolaborasi dengan semua unsur ini menjadi hal yang penting karena dalam kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Dan beberapa akses menuju sejumlah wilayah membutuhkan penanganan yang cepat, sesuai dengan situasi kondisi yang berbeda dari tujuh kecamatan yang ada di wilayah Nagekeo,”ujar Gonzalo.
Meskipun setiap bantuan yang di salurkan belum merata, kami tetap berusaha, berupaya dan butuh penyesuaian dengan data yang masuk dengan targetnya, semua bantuan yang masuk ke Pemda akan disalurkan ke semua wilayah.
Pemerintah Nagekeo juga memperoleh dukungan melalui program Badan Pangan Nasional (BNPB), Kemenkes, yang disalurkan melalui dinas terkait bagi masyarakat terdampak bencana.
Setiap desa memiliki hak yang sama dan kebutuhan yang berbeda. Dan jumlah penduduk juga berbeda. Oleh karena itu melaui sistem pendataan darurat, kepala desa harus ke dinas terkait membawa data sesuai kebutuhan masing-masing agar bantuannya langsung dibawa tim relawan bersama TNI-Polri di setiap pos pengungsi,”jelas Gonzalo.
Menurutnya, penanganan bencana tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan makanan dan tempat berlindung. Aspek kesehatan, sanitasi, perlindungan kelompok rentan serta akses terhadap bantuan harus ditangani secara bersamaan.
“Satgas memastikan kebutuhan sanitasi masuk dalam pemetaan lapangan dan akan ditangani berdasarkan skala prioritas,”ujarnya.
Dengan kendaraan roda dua yang sinergitas bersama TNI - Polri dan relawan, diharapkan bisa terjangkau pelayanannya sampai ke titik-titik terdampak yang memiliki keterbatasan akses.
Gonzalo menegaskan, masyarakat yang tinggal di wilayah sulit dijangkau tetap memiliki hak yang sama untuk memperoleh bantuan dan pelayanan pemerintah.
“Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga di setiap desa sekaligus membantu kebutuhan sehari-hari selama masa penanganan darurat. Aparat TNI - Polri bersama pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap waspada dengan gempa susulan yang terus terjadi,”pungkasnya.
Reporter: Stefan