LEBAK,DETIKSATU.COM || Pengelolaan minyak jelantah yang dihasilkan dari aktivitas operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Ciemas Buyut Mekar menjadi sorotan, Sabtu (22/8/2026).
Sorotan tersebut muncul setelah adanya laporan dari salah satu relawan yang bertugas di dapur tersebut mengenai dugaan penjualan minyak jelantah yang disebut-sebut dilakukan secara pribadi oleh pihak yang disebut sebagai Kepala SPPG.
Berdasarkan laporan relawan tersebut, terdapat dugaan pengelolaan minyak jelantah yang dinilai perlu mendapatkan penjelasan dan transparansi, terutama terkait pencatatan, pihak yang menerima hasil penjualan, nilai transaksi, serta penggunaan uang dari hasil penjualan tersebut.
Namun demikian, informasi tersebut masih merupakan laporan awal dan memerlukan verifikasi serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait. DETIKSATU.COM tidak menyimpulkan bahwa dugaan tersebut telah terbukti.
Persoalan ini dinilai penting untuk diklarifikasi karena minyak jelantah merupakan salah satu hasil samping dari aktivitas operasional dapur. Apabila terdapat nilai ekonomi dari pengelolaan minyak jelantah tersebut, mekanisme pengelolaan dan pencatatannya perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Sejumlah hal yang perlu mendapatkan penjelasan antara lain jumlah minyak jelantah yang dihasilkan, pihak yang membeli atau menerima minyak tersebut, nilai transaksi, keberadaan bukti transaksi, serta mekanisme pencatatan dan penggunaan hasil penjualannya.
DETIKSATU.COM berupaya menyajikan informasi secara berimbang dengan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak pengelola SPPG maupun pihak terkait lainnya. Klarifikasi tersebut diperlukan agar publik memperoleh informasi yang utuh mengenai mekanisme pengelolaan minyak jelantah di dapur tersebut.
Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai dugaan penjualan minyak jelantah tersebut masih dalam tahap penelusuran dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta yang telah terbukti.
Apabila pihak SPPG atau pihak terkait memberikan klarifikasi maupun hak jawab, DETIKSATU.COM siap memuatnya sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
(Jul)