Kapolres Luwu Gandeng Wartawan, Ungkap Prioritas Penanganan Tambang Ilegal hingga Narkoba

Kapolres Luwu Gandeng Wartawan, Ungkap Prioritas Penanganan Tambang Ilegal hingga Narkoba

Agustus 21, 2026 | Agustus 21, 2026 WIB Last Updated 2026-08-20T23:36:20Z
LUWU,DETIKSATU.COM  || Kapolres Luwu Polda Sulawesi Selatan, AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, mengawali masa kepemimpinannya dengan membangun komunikasi bersama insan pers. Ia menggelar forum Ngopi Bareng Awak Media di Aula Tobakke Tongenge, Polres Luwu, Rabu, 19 Agustus 2026.

Sejumlah pengurus Pokja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Luwu, jurnalis FAJAR Syahruddin, pimpinan organisasi profesi jurnalis, serta awak media hadir dalam pertemuan itu.

Andrias mengatakan hubungan polisi dan pers tidak sebatas urusan pemberitaan. Menurut dia, media mempunyai posisi strategis sebagai penghubung antara kepolisian dan masyarakat.

“Coffee morning ini bukan sekadar ajang silaturahmi. Kami ingin membangun kedekatan emosional dan komunikasi yang semakin baik dengan rekan-rekan media,” kata Andrias.

Ia berharap komunikasi yang terbuka membuat informasi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat tidak terputus di tengah derasnya arus informasi.

Bagi Andrias, media juga dapat menjadi cooling system. Pemberitaan yang akurat dan berimbang, kata dia, diperlukan ketika masyarakat berhadapan dengan hoaks atau informasi provokatif.

Ia mengajak wartawan memastikan informasi yang disampaikan kepada publik memiliki dasar fakta. Kepolisian, kata dia, siap memberikan klarifikasi melalui sumber resmi.

Ketua Pokja PWI Luwu, Syahruddin, menyambut baik langkah tersebut. Menurut dia, pers tidak hanya menjalankan fungsi penyebaran informasi, tetapi juga pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.

“Kami berharap hubungan kemitraan yang harmonis antara Polres Luwu dan media dapat terus terjaga dengan mengedepankan profesionalisme, keterbukaan, dan saling menghormati,” ujar Syahruddin.

Dari Akpol ke Luwu

Andrias sebelumnya bertugas sebagai dosen di Akademi Kepolisian atau Akpol sebelum dipercaya menjadi Kapolres Luwu. Dalam pertemuan itu, ia memperkenalkan diri kepada wartawan.

“Saya ini asal Yogyakarta dan keluarga saya masih di Yogyakarta,” ujar dia.

Ia berharap wartawan dan kepolisian dapat saling mendukung, terutama dalam menyampaikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas hubungan polisi dan pers. Andrias sekaligus menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi prioritasnya selama memimpin Polres Luwu.

Aktivitas pertambangan ilegal di Kecamatan Bajo Barat menjadi salah satu perhatian. Kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak juga disebut akan ditangani secara serius.

Pemberantasan narkoba, perjudian, dan sabung ayam masuk dalam daftar prioritas lainnya.

Andrias membawa pengalaman ketika pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Narkoba di Kalimantan. Pengalaman itu, menurut dia, membantunya memahami pola serta jaringan peredaran narkoba.

“Karena pengalaman saya sebagai Kasat Narkoba di Kalimantan, jadi paham betul soal jalur peredaran narkoba, memahami pola dan jaringan peredaran barang haram tersebut,” katanya.

Ia berharap dukungan media dapat membantu kepolisian menjaga situasi keamanan di Luwu. Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pemberitaan yang faktual agar masyarakat memperoleh informasi yang tidak menimbulkan keresahan.

Pertemuan dengan wartawan itu menjadi salah satu langkah awal Andrias membangun komunikasi dengan publik Luwu. Dari meja kopi, sejumlah agenda keamanan daerah mulai dibicarakan. (yul)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kapolres Luwu Gandeng Wartawan, Ungkap Prioritas Penanganan Tambang Ilegal hingga Narkoba