Karhutla Mengintai, 700 Personel Gabungan Disiagakan di Cianjur

Karhutla Mengintai, 700 Personel Gabungan Disiagakan di Cianjur

Agustus 11, 2026 | Agustus 11, 2026 WIB Last Updated 2026-08-11T07:59:19Z
CIANJUR,DETIKSATU.COM || Sebanyak 700 personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kesiapsiagaan ini dilakukan menyusul kebakaran yang melanda sekitar 20 hektare kawasan Gunung Gede.

Apel kesiapsiagaan digelar di halaman Mapolres Cianjur, Selasa (11/8/2026). Personel yang dilibatkan berasal dari Polres dan Polsek jajaran, Brimob, TNI, serta sejumlah unsur terkait.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan kebakaran di kawasan Gunung Gede telah berhasil ditangani. Meski demikian, personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

"Alhamdulillah saat ini kondisi Gunung Gede kebakarannya sudah dapat ditangani. Tetapi kita tetap ada personel yang berjaga di sana," ujar Wahyu kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

Menurut Wahyu, kondisi musim kemarau meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, pengawasan dan kesiapsiagaan tetap dilakukan meskipun api telah berhasil ditangani.

Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan sekitar 700 personel gabungan dipersiapkan menghadapi potensi karhutla di wilayah Cianjur, termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Selain mengerahkan personel, Polres Cianjur menyiapkan peralatan pemadaman sederhana berupa gepyok. Peralatan tersebut akan didistribusikan kepada relawan dan masyarakat di wilayah yang rawan kebakaran.

Sementara itu, kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi di kawasan Alun-Alun Surya Kencana. Polisi masih mendalami apakah kebakaran tersebut berkaitan dengan kelalaian atau faktor lainnya.

Apabila penyelidikan menemukan adanya unsur kelalaian atau kesengajaan yang memenuhi ketentuan hukum, kepolisian memastikan proses hukum akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Sebagai langkah pencegahan, aktivitas pendakian Gunung Gede Pangrango dihentikan sementara hingga 18 Agustus 2026. Penghentian dilakukan untuk mengurangi aktivitas manusia di kawasan gunung sekaligus memudahkan pemantauan terhadap potensi titik api.

Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah atau lahan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kepulan asap maupun indikasi kebakaran di kawasan hutan.

Kesiapsiagaan personel dan partisipasi masyarakat diharapkan dapat mencegah munculnya kembali titik api serta mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Cianjur.(Bet)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Karhutla Mengintai, 700 Personel Gabungan Disiagakan di Cianjur

Trending Now