Wamena,detiksatu.com || Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menyalurkan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana cuaca ekstrem hujan es di wilayah Kuyawage, Jumat (21/8/2026). Penyaluran bantuan yang menyasar Distrik Wanobarat dan Distrik Kuyawage di Kabupaten Lanny Jaya, serta Distrik Nengeyagin dan Distrik Wutpaga di Kabupaten Nduga tersebut dikawal dan didampingi langsung oleh Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan bersama Dinas Sosial Kabupaten Lanny Jaya dan Kabupaten Nduga.
Perwakilan Kemensos RI, Roberto Koibur, berharap bantuan yang dibawa dapat meringankan beban warga yang terdampak langsung oleh musibah ini. Bantuan logistik yang disalurkan meliputi 14 ton 35 kg beras, 219 kg gula pasir, 219 karton kopi, serta 700 karton mi instan.
"Bantuan ini memang sedikit, tetapi kami harapkan bisa sampai kepada masyarakat yang terkena dampak langsung. Bantuan yang kami bawa meliputi beras, mi instan, gula, dan kopi," ujar Roberto.
Ia menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat warga setempat dan menegaskan bahwa ini bukan kali pertama dirinya menginjakkan kaki di lokasi tersebut.
"Terima kasih untuk masyarakat yang telah menerima kami dengan baik di sini. Atas nama pemerintah pusat, Kementerian Sosial menyampaikan terima kasih karena telah menerima kami di Lembah Kuyawage. Ini merupakan kedatangan saya yang ketiga kali di wilayah Kuyawage. Setiap kali ada musibah di sini, saya mewakili pemerintah pusat sudah datang tiga kali, jadi saya bukan orang baru," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini berkat laporan berjenjang yang disampaikan oleh pemerintah daerah.
"Ini datang karena laporan dari Dinas Sosial kabupaten dan provinsi. Karena kami penanggung jawab lapangan, kami kawal sampai di sini bersama-sama hadir di hadapan masyarakat semua," tegas Yanius.
Yanius meminta agar proses pembagian bantuan dilakukan secara teliti dan merata tanpa ada warga terdampak yang terlewatkan.
"Lihat anak-anak, ibu-ibu, janda, duda, dan bapak-bapak, semua keluarga. Kami harap semua bisa dapat," pintanya.
Ia menambahkan bahwa bantuan lanjutan dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan pemerintah kabupaten masing-masing akan segera menyusul demi menjaga ketahanan hidup warga.
"Bantuan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan kabupaten akan menyusul, tetapi jumlahnya menyesuaikan kondisi keuangan saat ini," tambahnya.
Mewakili tokoh masyarakat setempat, Pdt. Peleo Tabuni menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian pemerintah terhadap masyarakat Kuyawage.
"Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan kepada masyarakat di daerah Kuyawage. Kami akan terus mendoakan pemerintah agar terus menyalurkan bantuan kepada kami di sini," ucap Pdt. Peleo.
Ia membeberkan bahwa wilayah tersebut kerap dihantam berbagai fenomena alam, mulai dari kekeringan, banjir, hingga hujan es. Meski demikian, masyarakat dari tiga denominasi gereja—Kemah Injil, GIDI, dan Baptis—tetap bertahan dan tidak pernah meninggalkan tanah kelahirannya.
"Kami minta perhatian pemerintah, jangan lepaskan kami. Tetap kontrol kami dalam masa pemulihan yang bisa memakan waktu sampai tahun 2028 agar kita bisa kembali menikmati hasil tanaman. Saat ini, semua hasil tumpangsari yang ada di dalam tanah telah kering dan rusak," ungkapnya.
Prosesi penyerahan bantuan bahan makanan (bama) dari Kemensos kemudian dilanjutkan secara langsung kepada warga yang hadir. Warga yang dapat menjangkau titik pembagian di ujung jalan merupakan mereka yang masih memiliki fisik kuat.
Sebagian besar warga lainnya terpaksa bertahan di pemukiman karena jarak tempuh yang sangat jauh serta kondisi fisik yang lemah dan sakit akibat dampak bencana cuaca ekstrem tersebut.
Reporter Inggi Kogoya