Komposisi Menu MBG Dapur Maja Sangiang 1 Jadi Sorotan, Badak Banten Perjuangan Minta Evaluasi dan Transparansi

Komposisi Menu MBG Dapur Maja Sangiang 1 Jadi Sorotan, Badak Banten Perjuangan Minta Evaluasi dan Transparansi

Jumat, 07 Agustus 2026 | Jumat, Agustus 07, 2026 WIB Last Updated 2026-08-07T05:19:48Z
LEBAK,DETIKSATU.COM || Komposisi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan oleh Dapur MBG Maja Sangiang 1 kepada siswa di salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, menjadi sorotan Ketua Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP) PAC Maja, Marup.

Sorotan tersebut muncul setelah beredarnya foto menu makanan yang dibagikan kepada siswa. Berdasarkan foto yang diterima redaksi, menu tersebut terdiri atas satu buah roti burger, satu potong nugget, selembar keju, selembar daun selada, empat butir buah kelengkeng, serta satu sachet saus sambal.

Ketua BBP PAC Maja, Marup, menilai komposisi menu tersebut perlu dievaluasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan tujuan Program Makan Bergizi Gratis, yakni memenuhi kebutuhan gizi peserta didik sesuai standar yang telah ditetapkan.

"Program MBG merupakan program yang sangat baik dan patut didukung. Namun, kualitas serta komposisi makanan yang disajikan juga perlu dievaluasi agar benar-benar memenuhi kebutuhan gizi anak-anak," ujar Marup, Jumat (7/8/2026).

Menurut Marup, berdasarkan perkiraan harga eceran di pasaran, nilai bahan makanan dalam menu tersebut diperkirakan berkisar sekitar Rp8.000 per porsi. Ia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan estimasi pribadi berdasarkan harga bahan pangan di wilayah setempat dan bukan berdasarkan dokumen resmi pengadaan maupun hasil audit.

"Kalau memang perhitungan kami keliru, tentu pihak penyelenggara dapat memberikan penjelasan secara terbuka. Yang kami harapkan adalah transparansi agar masyarakat mengetahui bahwa anggaran yang digunakan benar-benar sesuai dengan kualitas menu yang diterima siswa," katanya.

Marup meminta Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas terkait, serta instansi yang berwenang melakukan evaluasi apabila diperlukan terhadap pelaksanaan Program MBG di Dapur Maja Sangiang 1 guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

Selain itu, ia mengaku menerima sejumlah informasi dari masyarakat mengenai pelaksanaan program. Namun, menurutnya, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan.

"Kami menerima berbagai informasi dari masyarakat terkait pelaksanaan program. Namun kami tidak ingin berspekulasi ataupun menuduh pihak mana pun. Karena itu kami meminta instansi yang berwenang melakukan audit dan pemeriksaan secara objektif agar semua informasi yang berkembang dapat dibuktikan berdasarkan fakta," ujarnya.

Sebelumnya, Ombudsman RI Perwakilan Banten mengingatkan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis harus memenuhi tiga aspek utama, yakni makanan harus aman dikonsumsi, memenuhi kaidah gizi, serta layak dikonsumsi oleh anak sebagai penerima manfaat.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah menegaskan bahwa lembaganya tidak pernah memberikan mandat kepada organisasi kemasyarakatan mana pun untuk mengelola Program Makan Bergizi Gratis. BGN menyatakan akan menindak pihak yang mengatasnamakan institusi tanpa dasar.

Badak Banten Perjuangan berharap pengelola Yayasan Mitra Wahid Kebumen selaku mitra penyelenggara Dapur MBG Maja Sangiang 1 dapat terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan menu yang disajikan memenuhi standar gizi, sesuai pedoman Program MBG, serta memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang anak.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan Mitra Wahid Kebumen selaku mitra penyelenggara Dapur MBG Maja Sangiang 1 belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi atas upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi terkait sorotan tersebut.

(Jul)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Komposisi Menu MBG Dapur Maja Sangiang 1 Jadi Sorotan, Badak Banten Perjuangan Minta Evaluasi dan Transparansi

Trending Now