LUWU UTARA, DETIKSATU.COM || Musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung di Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan hingga Januari 2027. Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran permukiman.
Imbauan itu disampaikan Andi Rahim di Masamba, Sabtu (22/8/2026). Ia mengatakan kondisi cuaca kering meningkatkan risiko kebakaran, sehingga pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah yang dikenal sebagai Bumi La Maranginang itu diperkirakan menghadapi musim kemarau hingga awal 2027.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lutra, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, terutama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta pemukiman. Jangan sampai terjadi kebakaran yang meluas karena kelalaian kita,” kata Andi Rahim.
Ia secara khusus mengingatkan warga yang membuka kebun atau ladang agar berhati-hati ketika menggunakan api. Pembakaran lahan, kata dia, harus dilakukan dengan pengawasan dan koordinasi dengan pemerintah setempat serta aparat keamanan.
“Kalau ada yang membakar lahan atau kebun harus dijaga, harus berizin juga dengan aparat desa, pegawai kecamatan maupun Bhabinkamtibmas yang ada di desa masing-masing, supaya api bisa terjaga dengan baik,” ujarnya.
Menurut Andi Rahim, risiko kebakaran tidak hanya datang dari kawasan perkebunan dan hutan. Rumah warga juga menjadi titik yang perlu mendapat perhatian selama musim kemarau.
Ia meminta warga memeriksa penggunaan api dan instalasi listrik sebelum meninggalkan rumah. Kelalaian kecil, kata dia, dapat berubah menjadi musibah yang merugikan banyak orang.
“Kita juga sering melihat pemberitaan di kabupaten/kota lain mengenai kebakaran rumah. Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan sehingga musibah kebakaran dapat dicegah sejak dini,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara juga mendorong pemerintah desa, TNI, Polri, dan instansi terkait memperkuat koordinasi. Pemantauan terhadap wilayah yang rawan kebakaran dinilai penting dilakukan sebelum muncul titik api.
Andi Rahim berharap kesiapsiagaan menjadi kebiasaan bersama selama musim kemarau, bukan hanya respons ketika kebakaran sudah terjadi.
“Mari kita semua masyarakat Lutra mengambil peran. Kesiapsiagaan atas kebakaran menjadi tanggung jawab bersama. Kita jaga lingkungan, kita cegah kebakaran dan kita lindungi Lutra ini,” pesan Andi Rahim.
Musim kemarau yang panjang membuat pencegahan menjadi semakin penting. Bagi pemerintah daerah, satu titik api yang berhasil dicegah jauh lebih murah daripada memadamkan kebakaran yang telanjur meluas.(yul/yus)