NDUGA,DETIKSATU.COM || Musim kemarau yang berlangsung beberapa bulan terakhir di Kabupaten Nduga menyebabkan sejumlah kapal bantuan tertahan di Pelabuhan Mumugi. Kondisi ini berdampak langsung pada terhambatnya distribusi kebutuhan pokok dan material pembangunan.
Menanggapi hal itu, Tokoh Masyarakat dan Intelektual Nduga, Namia Gwijangge, S.Pd., M.Pd mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Nduga segera mengambil tindakan nyata.
"Kapal-kapal sudah lama parkir di Mumugi. Saya minta Bapak Bupati bersama Dinas PU dan Dinas Perhubungan segera menjalankan kewenangannya. Jangan menunggu hujan," ujar Namia kepada awak media detiksatu.co.m Rabu [19/8/2026].
"Musim kemarau sudah berlangsung beberapa bulan sampai saat ini. Pemerintah Nduga belum ada tindakan nyata terkait penanganan kapal yang mentok atau terkandas di Pelabuhan Mumugi. Maka saya selaku tokoh intelektual Nduga prihatin dengan kondisi ini. Saya minta pemerintah Nduga segera mengambil tindakan yang tepat dan sasaran," tegas Gwijangge.
Ia mengusulkan agar segera dilakukan penimbunan jalan menuju Pelabuhan Mumugi. Menurutnya, akses jalan tersebut sebelumnya sudah tembus dan penimbunan diperkirakan hanya membutuhkan waktu 2-3 hari.
"Jika jalannya ditimbun, masyarakat bisa menggunakan mobil untuk langsung mengambil barang di pelabuhan. Soal anggaran bisa diambil dari APBD atau kerja sama dengan pihak ketiga. Alat berat di Kenyam juga bisa dikerahkan. Yang penting ada niat dan kerja sama," jelasnya.
Namia menekankan bahwa sekitar 80 persen kebutuhan pembangunan dan bahan pokok di Nduga selama ini bergantung pada jalur laut. Sementara pengiriman melalui pesawat sangat terbatas.
"Ini fenomena alam yang tidak bisa kita prediksi. Tetapi dengan kewenangan yang ada, pemerintah harus hadir dan segera bertindak. Ini saya sampaikan sebagai kritik membangun agar pelayanan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat Nduga," tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nduga terkait rencana penanganan akses menuju Pelabuhan Mumugi.
Reports.Saranus kogoya