NAGEKEO,DETIKSATU.COM || Kepedulian terhadap penyandang disabilitas yang terdampak gempa di Kecamatan Boawae dan Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, terus diwujudkan melalui penyaluran bantuan ke lokasi pengungsian.
Bentuk dukungan dan kepedulian terhadapa warga ditunjukkan langsung oleh Anggota DPR RI Fraksi NasDem Komisi IX, Julie Sutrisno Laiskodat.
Bersama jajaran Nasdem Peduli, Julie pascagempa pada Sabtu(15/8/2026), sampai perhari terus memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas yang kini masih mengungsi di setiap pos mandiri yang ada di Kecamatan Boawae, Aesesa Selatan, Aesesa, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu (22 Agustus 2026).
Bantuan yang disalurkan Dari DPP partai Nasdem dipimpin langsung oleh Ibu Julie Sutrisno Laiskodat. Sebanyak 250 paket yang dibagai setiap kecamatan yang ada di Nagekeo bersama rombongannya, Wakil Ketua I DPRD Kabputen Nagekeo Fraksi Nasdem Johanes V.B Boleng dan Anggota DPRD Fraksi Nasdem Thomas Mega Maso, itu sebagai bentuk kepedualian dari partai Nasdem terhadap warga terdampak gempa.
Lalu pertambahan jumlah pengungsi terjadi karena sejumlah penyandang disabilitas mengalami kerusakan tempat tinggal. Kondisi tersebut tentunya akan mengalami kesulitan mendapatkan makanan sehingga mereka membutuhkan tempat berlindung sekaligus dukungan kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, kebutuhan kelompok penyandang disabilitas tidak selalu sama dengan masyarakat lainnya. Selain kebutuhan pangan dan tempat tinggal, mereka juga membutuhkan akses informasi, pendampingan, kenyamanan, dukungan psikologis serta jaminan rasa aman.
”Dalam keadaan darurat, setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Bagi penyandang disabilitas, proses menyelamatkan diri, mendapatkan informasi, beristirahat dengan nyaman hingga memulihkan rasa aman membutuhkan perhatian dan pendampingan yang tepat,”ujar Julie.
Bantuan kemanusiaan tidak boleh berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. Perhatian dan pendampingan harus terus diberikan selama proses pemulihan berlangsung agar penyandang disabilitas tidak menjadi kelompok yang tertinggal. Tidak boleh ada satu pun kelompok yang tertinggal dalam proses pemulihan. Setiap manusia berhak merasa aman, dihargai, dan didampingi hingga benar-benar mampu kembali menata kehidupannya,”tambahnya.
Julie Sutrisno Laiskodat juga mengaku sangat terharu dengan musibah tragis gempa bumi di Nagekeo, Flores, NTT. Saat ini ribuan warga kehilangan harapan, kekuatan termasuk anak-anak yang masih mengalami trauma akibat bencana.
Kehadiran sosok yang akrab dipanggil Bunda Julie ini menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan bantuan dan perhatian dapat menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan dalam mengakses bantuan secara mandiri.
Julie Sutrisno Laiskodat berharap para pengungsi di Kecamatan Boawae, Aesesa selatan, Aesesa, dan kecamatan lainnya yang terdampak gempa diberikan kekuatan untuk melewati masa sulit. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat gotong royong dan kepedulian dalam proses pemulihan.
“Rasa kepedulian terhadap warga terdampak menjadi contoh nyata bahwa solidaritas kemanusiaan dapat tumbuh dari tempat dan ruang yang sederhana. Kepedulian itu akan tumbuh di mana saja, ketika kita memilih untuk hadir bagi sesama yang membutuhkan bantuan,”pungkasnya.
Reporter: Stefan