Gunungsitoli,detiksatu.com || Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias dengan nilai kontrak sekitar Rp87.340.621.189,12 kembali menjadi sorotan. Tembok pagar yang berada di area proyek di Desa Faekhu, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, dilaporkan ambruk pada Selasa, 15 Agustus 2026.
Peristiwa tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai kualitas pekerjaan konstruksi, terlebih sebelumnya telah muncul sejumlah persoalan yang disampaikan masyarakat dan hasil penelusuran awak media di lokasi proyek.
Namun demikian, penyebab pasti robohnya tembok pagar tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis oleh pihak yang berkompeten. Keruntuhan bangunan, tanpa pemeriksaan struktur dan material, belum dapat serta-merta disimpulkan sebagai akibat penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tembok pagar yang merupakan bagian dari pekerjaan revitalisasi sekolah tersebut mengalami keruntuhan sebelum proyek secara keseluruhan selesai dikerjakan.
Seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku khawatir terhadap kondisi konstruksi proyek.
«“Belum lama dibangun, sudah roboh. Padahal belum ada yang menabrak atau memberikan beban. Kami tentu khawatir kalau nantinya bangunan utama juga mengalami masalah,” ujar warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.»
Sejumlah Persoalan Sebelumnya
Sebelum terjadinya keruntuhan tembok pagar, awak media telah melakukan penelusuran di lokasi proyek pada Senin, 3 Agustus 2026 dan memperoleh sejumlah keterangan yang perlu mendapat klarifikasi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait.
Pertama, mengenai material tanah timbun. Dalam penelusuran sebelumnya, Humas proyek, Eko Sembiring, disebut memberikan keterangan bahwa dirinya tidak mengurus persoalan perizinan tanah karena fokus pada kebutuhan lahan untuk kegiatan proyek.
Kedua, terkait asal material pasir. Dalam penelusuran tersebut muncul informasi mengenai pasir yang diambil dari kawasan Desa Ononamolo I Lot. Persoalan yang perlu dipastikan adalah apakah material tersebut berasal dari lokasi yang sesuai dengan ketentuan dan apakah kualitasnya telah melalui pemeriksaan atau pengujian sebagaimana dipersyaratkan dalam pekerjaan konstruksi.
Ketiga, mengenai pekerjaan pengecoran ketika hujan. Kondisi cuaca saat pelaksanaan pekerjaan menjadi salah satu hal yang perlu diklarifikasi secara teknis, termasuk apakah terdapat prosedur khusus yang diterapkan kontraktor untuk menjaga mutu beton selama pekerjaan berlangsung.
Keempat, ditemukan pula material bekas pembongkaran yang digunakan sebagai bagian dari timbunan. Penggunaan material tersebut perlu dipastikan apakah telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan memenuhi persyaratan teknis pekerjaan.
Kelima, awak media juga sebelumnya meminta klarifikasi mengenai pernyataan Humas proyek terkait persoalan mutu dan perizinan. Pernyataan tersebut perlu dikonfirmasi kembali kepada pihak pelaksana agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak mengenai tanggung jawab masing-masing pihak dalam proyek.
Aktivis Minta Proyek Dievaluasi
Robohnya tembok pagar tersebut kemudian mendapat perhatian dari Aktivis sekaligus Sekretaris LSM, Yason Yonata Gea, S.Pd., Minggu (30/8/2026).
Yason meminta pemerintah dan pihak terkait segera melakukan pemeriksaan teknis terhadap bagian pekerjaan yang mengalami kerusakan maupun pekerjaan konstruksi lainnya.
«“Kami prihatin dan khawatir dengan kejadian ini. Robohnya tembok pagar harus menjadi perhatian serius dan diperiksa secara teknis. Jangan sampai persoalan baru diketahui setelah bangunan digunakan,” ujarnya.»
Menurut Yason, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah keruntuhan berkaitan dengan struktur, kualitas material, kondisi tanah, metode pelaksanaan, atau faktor teknis lainnya.
Ia juga meminta agar pihak berwenang tidak hanya melihat kerusakan pada pagar, tetapi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek.
«“Yang harus dipastikan adalah apakah pekerjaan sudah sesuai spesifikasi teknis dan standar keselamatan. Kalau ada bagian yang tidak memenuhi ketentuan, harus diperbaiki sebelum bangunan digunakan,” katanya.»
Sejumlah Pertanyaan Menunggu Jawaban
Peristiwa ambruknya tembok pagar tersebut setidaknya memunculkan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab secara terbuka oleh pihak terkait.
Antara lain:
- Apa penyebab teknis robohnya tembok pagar tersebut?
- Apakah struktur dan material yang digunakan telah melalui pemeriksaan serta pengujian sesuai ketentuan?
- Bagaimana kondisi tanah dasar dan sistem pondasi pagar?
- Apakah pekerjaan telah mendapatkan pengawasan dari konsultan pengawas sesuai kontrak?
- Bagaimana tanggung jawab PT Razasa Karya selaku pelaksana terhadap kerusakan tersebut?
- Apakah PPK akan melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan?
- Apakah Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara akan melakukan pemeriksaan langsung terhadap proyek?
- Apakah bagian pekerjaan yang mengalami kerusakan akan dibongkar dan dibangun kembali sesuai spesifikasi?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab karena proyek revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias menggunakan anggaran dengan nilai yang sangat besar dan nantinya berkaitan langsung dengan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik.
Menunggu Klarifikasi Pelaksana dan Pemerintah
Proyek revitalisasi sekolah bukan hanya persoalan penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga menyangkut kualitas pekerjaan, keselamatan pengguna serta pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara.
Karena itu, keruntuhan tembok pagar sebaiknya tidak menjadi ruang untuk saling menyalahkan, melainkan momentum bagi pihak terkait melakukan pemeriksaan teknis secara objektif dan terbuka.
Detiksatu.com telah berupaya menempatkan persoalan ini sebagai bahan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Hingga berita ini diturunkan, PT Razasa Karya, PPK, maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab robohnya tembok pagar tersebut.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PT Razasa Karya, konsultan pengawas, PPK, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan secara proporsional.
Perkembangan mengenai proyek revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias akan terus dipantau berdasarkan fakta, dokumen, keterangan para pihak, dan hasil pemeriksaan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.(SZ)