Spanduk Calon Wali Nagari Koto Sawah Diduga Dirusak, Panitia Imbau Warga Tak Terprovokasi

Spanduk Calon Wali Nagari Koto Sawah Diduga Dirusak, Panitia Imbau Warga Tak Terprovokasi

Agustus 31, 2026 | Agustus 31, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T05:33:24Z

Pasaman barat, detiksatu.com || Spanduk calon Wali Nagari Koto Sawah nomor urut 3, Eko Saputra, diduga dirusak orang tidak dikenal di kawasan perbatasan Taming dan Kampung Joring, Jorong Koto Sawah, Nagari Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (30/8/2026).

Berdasarkan foto yang beredar di media sosial, spanduk tersebut terlihat mengalami kerusakan dengan sejumlah bagian permukaannya robek.

Peristiwa ini terjadi di tengah tahapan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 di 87 nagari se-Kabupaten Pasaman Barat yang saat ini sedang berjalan. Pemungutan suara dijadwalkan mulai 17 September sampai 20 Oktober 2026.

Salah seorang Panitia Pemilihan Wali Nagari (PPWN) Koto Sawah, Ahmad Rifai, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyayangkan kejadian itu terjadi di tengah tahapan Pilwana.

Meski demikian, Rifai mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan tetap menjaga persatuan serta keamanan selama seluruh tahapan Pilwana berlangsung.

“Jangan terprovokasi, tetap jaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat kita. Mari kita wujudkan Pilwana Badunsanak dengan menghormati norma adat dan agama, juga mematuhi UU Negara Republik Indonesia,” ujar Rifai.

Ia juga meminta masyarakat yang mengetahui atau melihat kejadian serupa agar segera melaporkannya kepada panitia untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Eko Tak Ingin Perusakan Ganggu Silaturahmi

Sementara itu, Eko Saputra menanggapi dugaan perusakan spanduk miliknya dengan tenang. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai dinamika dalam sebuah kompetisi, namun berharap tidak kembali terjadi.

“Tidak masalah, itu biasa dalam kompetisi. Namun, kita berharap ke depannya jangan terjadi lagi karena ini kompetisi dalam jorong. Jangan sampai silaturahmi kita rusak,” ujar Eko.

Eko juga berharap kejadian tersebut tidak dilakukan oleh pihak maupun pendukung calon lain. Ia menegaskan tidak ingin menuduh siapa pun sebelum pelaku diketahui secara pasti.

“Kita berharap itu bukan dari pihak atau pendukung pasangan calon lain. Mungkin hanya iseng-iseng anak yang nongkrong di daerah itu,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan hingga pelaksanaan pemilihan.

Menurut Eko, seluruh calon merupakan bagian dari masyarakat Koto Sawah dan memiliki hubungan kekeluargaan. Karena itu, perbedaan pilihan dalam Pilwana tidak seharusnya menjadi alasan untuk merusak hubungan antarwarga.

“Kita semua di masyarakat Koto Sawah sudah keluarga. Semua pasangan calon ini adalah saudara kita, asli masyarakat yang sedaerah dan sekampung,” katanya.

Ia berharap seluruh proses Pilwana berjalan dengan baik dan masyarakat dapat menentukan pilihan sesuai hati nurani.

“Tujuan utama saya adalah sama-sama memajukan Koto Sawah ke depannya dengan visi dan misi yang sama, yaitu berat sama dipikul, ringan sama dijinjing untuk Koto Sawah yang lebih baik,” pungkasnya.

Pesan demokrasi Detiksatu.com: Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi. Namun, pilihan tidak semestinya berubah menjadi permusuhan. Pilwana hendaknya menjadi ruang adu gagasan dan keteladanan, bukan tindakan yang dapat merusak persatuan dan silaturahmi warga nagari.
(Riski Habibi)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Spanduk Calon Wali Nagari Koto Sawah Diduga Dirusak, Panitia Imbau Warga Tak Terprovokasi

Trending Now