Terima Ancaman Lewat Pesan WA, Keluarga di Barru Imbau Warga Waspadai Oknum Pengancam

Terima Ancaman Lewat Pesan WA, Keluarga di Barru Imbau Warga Waspadai Oknum Pengancam

Biro Makassar
Kamis, 06 Agustus 2026 | Kamis, Agustus 06, 2026 WIB Last Updated 2026-08-06T02:06:23Z



BARRU,DETIKSATU.COM
|| Sebuah pesan berisi ancaman dan teguran yang dikirimkan lewat aplikasi pesan WhatsApp memicu kegelisahan di kalangan keluarga warga Kabupaten Barru. Pesan yang dikirimkan oleh seorang kerabat lanjut usia bernama Abdul Wahid, yang berdomisili di wilayah Bungi, Kabupaten Barru, ditujukan kepada cucunya, Hj Nurjanah Siddiq. Isi pesan tersebut berisi peringatan keras, tuduhan, hingga ancaman yang dianggap melampaui batas kewajaran, hingga memicu reaksi keluarga lainnya.
 

Dalam pesan yang dikirimkannya, Abdul Wahid menyampaikan teguran bernada ancaman dengan kalimat: "Jangan begitu fajaf. Itu kaka saya tdk ada urusanmu kamu... lain kali jangan begitu.. Urusmi urusanmu kamu... ku urus juga urusanku... ya. Kasitau mamamu.."
 

Pesan tersebut kemudian berlanjut dengan penjelasan terkait pengelolaan harta dan biaya yang dikeluarkan, serta perhitungan utang-piutang yang dianggapnya belum lunas. Ia menyebutkan: "Sy di kirimi uang kakaku 40 rbu sy belikan tanah.. 4 mobil. Harga tanah.. 100.rbu.. jadi 400.000... ongkos.... kerja buruh satu hari . Zainuddin.100.rb.. sy belikan .nasi kuning. mkn siang buruh..15.rb.... jadi dia masih berutzng sm sy itu... tapi tdk kuhitung itu krn.saya anggap rumahku.. anureku punna.. Imran. Adi . Wasan... ku.anggap .anak..semua..."
 

Pesan itu pun semakin meninggi nada ketegasannya, di mana pengirim meminta agar tidak ada lagi yang mencampuri urusan pribadinya bersama saudaranya. Ia menuliskan: "Klu bisa.. sampai di sini sj.. ok... urus diri sendiri.... Kakaku itu sy anggap sebagai pengganti itu... semada sy serumah... sependeritaan di Makassar... mulai kntrak rmh. beliau sampai .punya rmh sendiri di Makassar... kemanakanku itu semua ..kyk ank... tksih."
 

Abdul Wahid juga menyampaikan urusan pemeliharaan pekarangan rumah dan biaya yang dikeluarkan dari gajinya sendiri, sekaligus menyampaikan teguran soal tata krama: "Sy pelihara itu pekarsngan rmh Imran. Adi . Wawan... karna baik semua.... klu tetangga di harap.. tdk bisa..... malas.... Ini yg bekerja sy gaji ini. Ini jln masuk rumah Imran...... ini lagi masih mau ku perbaiki... saya gaji sendiri..... Belajatki baik2 belajar etika sopan santun.... Belajar baik baik... jangan campuri urusan saya dgn saudara saya..... ya.... Urusmi sekolahmu.. Jangan selalu ganggu hp nya ... kakaku.... tdk ada urusanmu.."
 

Ancaman semakin tegas tertuang di bagian akhir pesan, di mana ia menyebutkan tempat kelahirannya sebagai wilayah yang tidak boleh diganggu gugat: "Di Tanete itu tempat kelahiranku Bottoe jangan berani ganggu saya na.. Anak buamu itu malas tdk mau siram tanamanmu mati semua. Tidur saja .. Kamu yg gila tdk sopan. Awaski na. Sy peringatiki ini.. Sy tdk tskut msti itu.. Ke Tanetemi sekarang. Sy tunggu.."
 

Mendapatkan pesan bernada ancaman tersebut, salah satu orang tua keluarga, Ibu Yanti Hulalata, merasa perlu menyampaikan peringatan kepada publik. Ia mengingatkan kembali kepada pelaku agar tidak sembarangan menyampaikan ancaman kepada anaknya melalui pesan WhatsApp.
 

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Barru agar berhati-hati dan waspada terhadap oknum yang mengirimkan pesan berisi ancaman semacam ini. Jangan sampai perbedaan pendapat atau urusan keluarga diselesaikan dengan cara-cara yang mengancam keselamatan dan kenyamanan orang lain," ungkap Ibu Yanti.

 
Keluarga berharap agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan kepala dingin, tetap menjaga tata krama dan sopan santun antar sesama kerabat, serta tidak menggunakan pesan ancaman yang dapat menimbulkan ketakutan dan keresahan pihak lain. Hingga saat ini, keluarga masih berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan namun tetap menegaskan agar tidak ada lagi ancaman yang disampaikan kepada pihak keluarga.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Terima Ancaman Lewat Pesan WA, Keluarga di Barru Imbau Warga Waspadai Oknum Pengancam

Trending Now