Tanjab Barat,detiksatu.com || Terkait akses jalan di parit Sungai Rejo, kelurahan Teluk Nilau rusak, DPRD kabupaten Tanjab Barat respon keluhan warga. Selasa (18/8/2026)
Terkait kondisi jalan rusak di parit Sungai Rejo, kelurahan Teluk Nilau, kecamatan Pengabuan yang sempat viral di medsos Facebook kini menjadi perhatian DPRD kabupaten Tanjab Barat.
Dalam postingan warga di medsos ini dikeluhkan buruknya akses jalan yang berakibat warga harus menempuh jarak 5 kilo meter untuk mengantar jenazah ke pemakaman terdekat.
“Beginilah kami mengantarkan jenazah ke pemakaman, berjalan kaki kurang lebih lima kilometer,” demikian isi tulisan yang disertai vidio saat mengantar jenazah ke pemakaman.
Dalam postingan yang sama warga juga meminta perhatian pemerintah serta instansi terkait agar kendala yang dihadapi warga di wilayah ini dapat segera teratasi.
Anggota DPRD kabupaten Tanjab Barat, dapil Pengabuan dan Senyerang Subari, S. Ag saat dikonfirmasi merespon positif apa yang menjadi keluhan warga parit Sungai Rejo Teluk Nilau.
" Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar apa yang menjadi keluhan warga dapat segera terealisasi, " kata anggota DPRD Tanjab Barat dari fraksi PKB ini.
Dia juga menegaskan secepatnya akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk komisi yang membidangi hal tersebut.
Ungkapan senada juga disampaikan Lukas anggota DPRD kabupaten Tanjab Barat dari fraksi partai PAN, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Selain telah mendengar keluh warga tersebut dia juga berencana akan langsung kroscek kelokasi untuk melihat langsung kondisi jalan yang menjadi keluhan warga Sungai Rejo.
" Insyaallah dalam waktu dekat kami akan kroscek langsung ke lokasi, untuk melihat langsung kondisi jalan yang di keluhkan warga itu, " sebut politisi partai PAN ini.
Lebih lanjut Lukas juga menjelaskan jika jalan yang berlokasi di sungai Rejo kelurahan Teluk Nilau itu sudah pernah di usulkan pengerasan jalan melalui sumber dana APBD kabupaten Tanjab Barat beberapa waktu lalu.
" Sebenarnya jalan itu sudah pernah kita usulkan pembangunannya melalui sumber dana APBD, mungkin belum terealisasi karena dampak dari efesiensi anggaran, meskipun demikian pihaknya akan terus memperjuangkan keluhan warga terkait, "ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, dari data yang berhasil dihimpun media ini, wilayah parit Sungai Rejo ini juga berbatasan langsung dengan lahan perkebunan akasi PT WKS namun sayangnya akses jalan di parit tersebut masih jauh dari kata layak.
Terpisah Lurah Teluk Nilau Raudah saat dikonfirmasi membenarkan jika kondisi jalan di parit Sungai Rejo sebagian besar masih dari tanah lokal belum ada penimbunan atau pengerasan jalan di wilayah tersebut.
" Iya benar kondisinya masih jalan tanah lokal, dan tahun ini rencananya ada pembangunan dari alokasi dana DAU Kelurahan Teluk Nilau kurang lebih 80 meter, " katanya.
Saat ditanya berapa panjang kondisi jalan yang rusak dan menyulitkan warga saat melintas di jalur tersebut.
" Diperkirakan terdapat sepanjang kurang lebih 3 kilo meter kondisi jalan yang rusak di Sungai Rejo, " ungkapnya.
Sementara itu Camat Pengabuan, Ismail saat dihubungi melalui sambungan telepon juga membenarkan jika sebagian besar akses jalan di parit Sungai Rejo dalam kondisi rusak.
" Iya benar dan kami sudah melakukan kroscek langsung ke lokasi, dan jalan tersebut juga masuk dalam usulan kecamatan ke pemerintah kabupaten, "pungkasnya. (Hen)