Tracing TBC Digelar di Empat Desa Tomoni Timur,Warga Diajak Tak Abaikan Gejala

Tracing TBC Digelar di Empat Desa Tomoni Timur,Warga Diajak Tak Abaikan Gejala

Agustus 21, 2026 | Agustus 21, 2026 WIB Last Updated 2026-08-21T03:26:15Z

LUWU TIMUR,DETIKSATU.COM || Upaya menemukan kasus tuberkulosis (TBC) sedini mungkin dilakukan melalui Gerakan Serentak Tracing TBC Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur.

Gerakan itu menyasar empat desa pada 18–21 Agustus 2026. Kegiatan dimulai di Desa Margomulyo pada Selasa (18/8), kemudian berlanjut di Desa Purwosari pada 19 Agustus, Desa Cendana Hitam Timur pada 20 Agustus, dan Desa Pattengko pada 21 Agustus.

Di Margomulyo, pemeriksaan dipusatkan di Aula Kantor Desa. Warga tidak hanya menjalani penelusuran kontak erat TBC, tetapi juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan dasar.

Tema yang diusung adalah “Tracing Kontak Erat adalah Langkah Penting untuk Memutus Mata Rantai Penularan TBC.”

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur Alimuddin Bahtiar hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Dinas Kesehatan. Camat Tomoni Timur Yulius dan Kepala Desa Margomulyo Suwanto turut hadir.

Secara kabupaten, gerakan tracing tersebut menargetkan sekitar 6.600 orang. Untuk Kecamatan Tomoni Timur, sasaran pemeriksaan mencapai 400 orang yang tersebar di empat desa. Di Margomulyo, cakupan pemeriksaan telah melampaui separuh target saat kegiatan berlangsung.

Layanan CKG meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, tinggi badan, dan berat badan. Sebagian besar warga yang datang merupakan kelompok lanjut usia, meski warga berusia di bawah 50 tahun juga mengikuti pemeriksaan.

Di balik pemeriksaan sederhana itu terdapat persoalan yang lebih besar: TBC kerap ditemukan setelah penyakit berkembang cukup jauh. Karena itu, penelusuran kontak erat menjadi salah satu cara untuk menemukan kasus lebih awal.

Kegiatan melibatkan 11 personel dari Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, termasuk unsur Bidang P2P dan petugas surveilans, imunisasi, serta penyakit tidak menular. RSUD I Lagaligo mengerahkan empat petugas radiologi.

Puskesmas Tomoni Timur juga menurunkan Kepala Puskesmas, dokter, pengelola program TBC paru, pengelola penyakit tidak menular, petugas laboratorium, staf, dan kader TBC.

Pemerintah Desa Margomulyo ikut membantu pelaksanaan kegiatan. Kepala Desa Suwanto bersama aparat desa mendorong warga memanfaatkan layanan pemeriksaan tersebut.

Camat Tomoni Timur Yulius mengatakan pemeriksaan gratis seharusnya tidak dilihat semata sebagai pelayanan kesehatan, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat mengetahui kondisi tubuh sejak dini.

“Pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan upaya pencegahan untuk memeriksakan kesehatan sejak dini sehingga kita bisa mengetahui dari awal kondisi kesehatan tubuh. Jadi, jangan ada yang takut memeriksakan kesehatan karena ini sangat baik untuk pencegahan,” ujar Yulius.

Ia juga mengingatkan warga lanjut usia untuk memperhatikan pola makan dan istirahat. Makanan yang dapat memicu hipertensi, kolesterol, dan penyakit tidak menular lainnya, kata dia, perlu dibatasi.

Untuk TBC, Yulius meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala maupun riwayat kontak dengan pasien TBC. Etika batuk dan penggunaan masker saat mengalami batuk juga perlu dibiasakan.

“Penggunaan masker ketika batuk merupakan langkah sederhana untuk mencegah droplet menyebar dan berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain,” katanya.

Petugas Bidang P2P dalam kegiatan tersebut turut menjelaskan gejala yang perlu dicermati, antara lain batuk berdahak atau batuk darah, demam dan berkeringat pada malam hari, penurunan berat badan, tubuh lemas, serta nyeri dada.

Pesannya dirangkum dalam gerakan TOSS TBC ,Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh. Warga yang memiliki gejala atau pernah melakukan kontak erat dengan pasien TBC diminta segera menjalani pemeriksaan.

Gerakan tracing di Tomoni Timur sekaligus menjadi bagian dari upaya menuju Indonesia bebas TB 2050. Pemerintah menempatkan penemuan kasus sedini mungkin, pengobatan sampai sembuh, pencegahan penularan, dan keterlibatan masyarakat sebagai mata rantai yang tidak terpisahkan. (yuL)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tracing TBC Digelar di Empat Desa Tomoni Timur,Warga Diajak Tak Abaikan Gejala

Trending Now