Jember , detiksatu.com || Pensiun dari jabatan bukan berarti pensiun dari pengabdian. Pesan itulah yang mengemuka saat 25 pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Jember masa bakti 2026–2031 resmi dilantik dan dikukuhkan di Aula PB Sudirman, Senin (28/9/2026).
Di balik organisasi tersebut, terdapat hampir 2.000 anggota yang merupakan para purna bhakti dari berbagai latar belakang. Mulai pensiunan ASN, pegawai BUMN dan BUMD, pejabat negara, hingga mantan kepala desa dan perangkat desa.
Mereka memang telah meninggalkan rutinitas kedinasan.
Namun pengalaman puluhan tahun mengabdi menjadi modal untuk tetap berkontribusi di tengah masyarakat.
Ketua PWRI Kabupaten Jember, Sudjak Hidayat, menegaskan kepengurusan baru tidak hanya dituntut menjaga eksistensi organisasi, tetapi juga memperkuat kebersamaan para wredatama.
“Dengan dukungan dan kerja sama seluruh anggota, kita tetap menjaga kesatuan dan persatuan sehingga semangat para pensiunan tetap terjaga. Kita bersama-sama bersilaturahmi dan terus mengabdi kepada masyarakat,” ujar Sudjak.
Usai pelantikan, PWRI Jember segera menyiapkan program kerja jangka pendek, jangka panjang hingga lima tahunan. Fokusnya mencakup penguatan organisasi dan peningkatan kesejahteraan anggota.
Sudjak menyebut, jumlah anggota yang mendekati 2.000 orang menjadi kekuatan tersendiri bagi PWRI untuk terus bergerak dan memberikan manfaat.
Pesan serupa disampaikan Bupati Jember Gus Fawait. Ia menilai, pengabdian seseorang kepada daerah tidak otomatis berhenti ketika memasuki masa pensiun.
Menurutnya, pensiun merupakan konsekuensi aturan kedinasan. Namun semangat untuk berjuang dan memberikan manfaat bagi masyarakat tidak mengenal batas usia maupun jabatan.
“Kalau soal purna dan pensiun, itu karena memang aturannya. Tetapi pada hakikatnya untuk berjuang, tidak lekang oleh waktu,” tutur Gus Fawait.
Pemkab Jember pun membuka ruang sinergi dengan PWRI.
Salah satunya melalui dukungan pelayanan kesehatan bagi para pengurus sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada para senior yang telah puluhan tahun memberikan tenaga dan pikiran untuk daerah.
“Ini adalah bentuk cinta kami kepada para senior yang telah berjuang banyak untuk Kabupaten Jember,” tegas Gus Fawait.
Pelantikan ini pun bukan sekadar pergantian kepengurusan. Bagi PWRI Jember, periode lima tahun ke depan menjadi momentum untuk membuktikan bahwa purna tugas hanya mengakhiri masa kedinasan, bukan semangat pengabdian.
(Wiwik)