Cagar Budaya HO Gelar Deklarasi Destinasi Wisata Bersejarah Di Lahemo Nias, Dorong Situs Leluhur Nias Jadi Destinasi Wisata Bersejarah Yang Modern

Cagar Budaya HO Gelar Deklarasi Destinasi Wisata Bersejarah Di Lahemo Nias, Dorong Situs Leluhur Nias Jadi Destinasi Wisata Bersejarah Yang Modern

Redaksi
September 21, 2026 | September 21, 2026 WIB Last Updated 2026-09-21T07:48:55Z
Kepulauan Nias Lahemo, Detiksatu.com || Masyarakat Kepulauan Nias mulai mendorong langkah konkret untuk menjadikan situs peninggalan leluhur sebagai bagian dari pengembangan pariwisata daerah. Salah satunya melalui Deklarasi Cagar Budaya HO yang akan digelar di Desa Lahemo, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara. ( 21-09-2026 )

Deklarasi tersebut menjadi bagian dari gerakan masyarakat untuk memperkuat pelestarian situs sejarah dan budaya sekaligus mendorong agar kawasan Cagar Budaya HO dikembangkan secara terarah sebagai destinasi wisata bersejarah Kepulauan Nias.

Ketua Panitia, Firman Gulo, menegaskan bahwa deklarasi Cagar Budaya HO bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan titik awal untuk membangun kesadaran bersama sekaligus mempersiapkan situs peninggalan leluhur agar memiliki arah pengembangan yang jelas.

“Cagar Budaya HO merupakan langkah awal untuk mempersiapkan situs leluhur menjadi destinasi wisata bersejarah sekaligus bagian dari identitas Suku Nias di masa depan. Kami ingin mendorong percepatan pembangunan pariwisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tanpa menghilangkan nilai sejarah dan budaya yang ada,” tegas Firman Gulo.

Firman Gulo menambahkan, pengembangan Cagar Budaya HO membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat, tokoh adat, pemuda, pelaku usaha, dan pihak swasta dinilai memiliki peran dalam memastikan situs tersebut dapat dipelihara sekaligus dikembangkan secara berkelanjutan.

Sekretaris Panitia, Kornelius Halawa, mengatakan deklarasi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat dalam memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Nias kepada publik yang lebih luas.

Kornelius Halawa menegaskan bahwa potensi wisata sejarah di Kepulauan Nias membutuhkan perhatian yang lebih serius. Menurutnya, pemerintah daerah dan investor perlu melihat potensi tersebut sebagai bagian dari peluang pengembangan pariwisata sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

“Deklarasi ini merupakan upaya masyarakat memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan destinasi wisata bersejarah Nias kepada dunia. Kami berharap perhatian pemerintah daerah dan investor dapat semakin kuat, sehingga situs-situs bersejarah dapat ditata, dirawat, dan dikembangkan menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Kornelius Halawa.

Tokoh masyarakat Fa'ahakhododo Waruwu juga menyerukan keterlibatan generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan situs-situs peninggalan leluhur.

Fa'ahakhododo Waruwu mengajak pemuda Kepulauan Nias dan seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam mendorong percepatan pembangunan destinasi wisata bersejarah. Ia juga mengajak masyarakat menghadiri dan menyukseskan deklarasi Cagar Budaya HO di Lahemo.

Sementara itu, Juli E. Restu War, C.L., C.P.S., aktivis pemuda Nias di Jakarta, Juru Bicara Persatuan Pemuda Nias, sekaligus Ketua Koordinator Konsolidasi Persatuan Pemuda Kepulauan Nias di Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN), menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif masyarakat Lahemo.

Juli E. Restu War menilai deklarasi tersebut dapat menjadi momentum untuk mendorong pengembangan situs sejarah menjadi destinasi wisata produktif yang memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.

“Ini merupakan inisiatif masyarakat yang patut mendapat perhatian. Situs sejarah tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dijaga, dipelihara, dan apabila memungkinkan dikembangkan secara profesional sebagai destinasi wisata dengan tetap mempertahankan nilai adat, sejarah, dan budaya Nias,” kata Juli E. Restu War.

Juli E. Restu War juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak. Menurutnya, pemerintah daerah, masyarakat, tokoh adat, generasi muda, pelaku pariwisata, serta investor perlu membangun sinergi agar potensi Cagar Budaya HO dapat dikembangkan secara terukur dan berkelanjutan.

Deklarasi Cagar Budaya HO akan berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, mulai pukul 10.00 WIB, bertempat di Desa Lahemo, Dusun IV, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan mengusung tema “Gotong Royong & Deklarasi Cagar Budaya HO, Destinasi Wisata Bersejarah Kepulauan Nias.”

Sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat, unsur pemuda, masyarakat dari berbagai wilayah Kepulauan Nias, serta jajaran pemerintah daerah dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut.

Deklarasi Cagar Budaya HO diharapkan menjadi momentum awal untuk memperkuat pelestarian situs peninggalan leluhur sekaligus membuka ruang pengembangan pariwisata sejarah di Kepulauan Nias. Bagi masyarakat setempat, keberadaan situs tersebut tidak hanya berkaitan dengan warisan masa lalu, tetapi juga menyangkut upaya menjaga identitas budaya dan menyiapkan potensi ekonomi bagi generasi mendatang. ( Red ) Gaba'atulo Waruwu
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Cagar Budaya HO Gelar Deklarasi Destinasi Wisata Bersejarah Di Lahemo Nias, Dorong Situs Leluhur Nias Jadi Destinasi Wisata Bersejarah Yang Modern

Trending Now