Fa’ahakhododo Waruwu, S.Pd., Gr. Apresiasi Semua Pihak yang Mendukung Pembenahan Cagar Budaya HO

Fa’ahakhododo Waruwu, S.Pd., Gr. Apresiasi Semua Pihak yang Mendukung Pembenahan Cagar Budaya HO

September 24, 2026 | September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T07:40:20Z
Nias Lahemo,detiksatu.com || Upaya pembenahan dan pelestarian Cagar Budaya HO di Desa Lahemo, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat, Fa’ahakhododo Waruwu, S.Pd., Gr.

Fa’ahakhododo menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil langkah nyata dalam mendorong pembenahan kawasan Cagar Budaya HO. Menurutnya, upaya tersebut menjadi catatan penting bagi sejarah masyarakat setempat, mengingat kondisi lokasi yang selama bertahun-tahun belum mendapatkan pembenahan secara maksimal.

> “Sebagai tokoh masyarakat setempat, saya sangat-sangat berterima kasih atas langkah-langkah yang dilakukan di tempat ini. Ini merupakan catatan bersejarah setelah berabad-abad lokasi ini tidak terbenahi secara maksimal,” ujar Fa’ahakhododo.



Ia mengungkapkan bahwa secara pribadi dirinya telah berupaya mendorong pembenahan lokasi tersebut. Namun, berbagai tantangan yang dihadapi membuat upaya tersebut belum dapat terwujud secara maksimal.

> “Secara pribadi saya telah berupaya, namun tidak kunjung tercapai karena berbagai tantangan. Karena itu, ketika sekarang ada langkah nyata untuk membenahi dan melestarikan tempat ini, tentu saya sangat mengapresiasinya,” lanjutnya.



Bukan Kepentingan Politik, tetapi Pelestarian Warisan Sejarah

Apresiasi tersebut sejalan dengan pernyataan Ketua Konservasi Cagar Budaya HO, Drs. Faatulo Gulo atau Ama Firman, yang sebelumnya menegaskan bahwa pembenahan kawasan makam HO ditujukan untuk pelestarian cagar budaya, bukan untuk kepentingan politik, pribadi maupun kelompok tertentu.

Pembenahan dilakukan dengan membersihkan dan menata lingkungan kawasan makam HO. Ke depan, kawasan tersebut diharapkan dapat dirawat secara berkelanjutan serta memiliki nilai edukasi sejarah dan potensi wisata budaya bagi masyarakat.

Fa’ahakhododo menilai, keberlanjutan pembenahan Cagar Budaya HO membutuhkan dukungan bersama. Pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, generasi muda serta seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mengambil bagian sesuai peran masing-masing.

Jangan Berhenti pada Pembenahan Fisik

Menurutnya, pembenahan Cagar Budaya HO hendaknya tidak berhenti pada aspek fisik semata. Lebih jauh, keberadaan situs tersebut perlu diikuti dengan upaya mengenalkan sejarah dan nilai budaya kepada generasi muda.

Hal tersebut penting agar generasi penerus tidak hanya mengetahui keberadaan situs, tetapi juga memahami nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Sementara itu, pembahasan mengenai penyatuan pemahaman dan usulan penetapan nama CUADA HO juga menjadi bagian dari rangkaian perhatian terhadap kawasan tersebut. Proses pembahasan dan Forum Komunikasi Publik diharapkan berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Momentum Kebangkitan Pelestarian Budaya

Fa’ahakhododo berharap momentum pembenahan saat ini menjadi awal dari keberlanjutan pengelolaan Cagar Budaya HO secara lebih baik.

Ia menilai, apa yang dilakukan saat ini merupakan langkah penting untuk menghubungkan sejarah masa lalu dengan kepentingan generasi masa depan.

“Yang paling penting adalah bagaimana tempat ini terus dijaga dan dirawat. Jangan sampai generasi berikutnya hanya mendengar cerita tentang sejarahnya, tetapi tidak lagi menemukan peninggalannya. Mari kita rawat bersama sebagai bagian dari warisan sejarah dan budaya masyarakat Nias,” pungkasnya.

Pelestarian Cagar Budaya HO bukan sekadar membenahi sebuah lokasi, tetapi menjaga jejak sejarah agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (Setiaman Z)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Fa’ahakhododo Waruwu, S.Pd., Gr. Apresiasi Semua Pihak yang Mendukung Pembenahan Cagar Budaya HO

Trending Now