Juli E. Restu War Apresiasi Suksesnya Deklarasi Cagar Budaya HO di Lahemo Nias

Juli E. Restu War Apresiasi Suksesnya Deklarasi Cagar Budaya HO di Lahemo Nias

September 26, 2026 | September 26, 2026 WIB Last Updated 2026-09-26T16:03:45Z
Jakarta Selatan,detiksatu.com || Aktivis Pemuda Kepulauan Nias, Juli E. Restu War, C.L., C.P.S., yang terkenal di jakarta dengan panggilan Hendra War menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Deklarasi Cagar Budaya HO yang digelar melalui Forum Konservasi Cagar Budaya Nga'oto Ho di Desa Lahemo, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Sabtu (26/9/2026).

Juli E. Restu War yang akrab disapa Hendra War merupakan Ketua Koordinator Konsolidasi Persatuan Pemuda Kepulauan Nias pada Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN) serta aktif sebagai juru bicara publik dalam berbagai kegiatan dan forum yang berkaitan dengan aspirasi masyarakat Kepulauan Nias.

Menurut Hendra War, suksesnya deklarasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap keberadaan situs sejarah dan warisan budaya leluhur Nias. Sebelumnya, agenda deklarasi Cagar Budaya HO memang telah dipersiapkan sebagai bagian dari upaya mendorong pelestarian situs sejarah sekaligus pengembangan potensi wisata sejarah dan budaya. 

> “Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pelaksanaan Deklarasi Cagar Budaya HO. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sejarah, adat dan budaya Nias,” ujar Hendra War.



Pelestarian Harus Berkelanjutan

Hendra War menegaskan bahwa keberadaan Cagar Budaya HO harus diikuti dengan langkah pelestarian yang berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan dan penataan kawasan tidak boleh menghilangkan nilai sejarah, adat serta identitas budaya yang melekat pada situs tersebut.

Ia mendorong agar pengelolaan Cagar Budaya HO dilakukan secara terarah dengan melibatkan masyarakat, tokoh adat, tokoh budaya, pemerintah, generasi muda serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya.

“Yang kita jaga bukan hanya sebuah lokasi. Kita menjaga jejak sejarah dan nilai budaya yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Generasi Muda Harus Terlibat

Hendra War juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda Kepulauan Nias. Menurutnya, anak muda tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus mengambil bagian dalam mengenal, mendokumentasikan, merawat dan memperkenalkan situs-situs sejarah Nias.

Ia menilai kawasan Cagar Budaya HO juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai ruang edukasi sejarah dan budaya serta potensi destinasi wisata, dengan tetap memperhatikan prinsip pelestarian dan nilai-nilai adat.

“Generasi muda harus mengetahui sejarah leluhurnya. Kemajuan zaman tidak boleh membuat kita kehilangan akar sejarah dan identitas budaya,” katanya.

Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Hendra War selanjutnya mendorong adanya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan Cagar Budaya HO.

Menurutnya, proses konservasi membutuhkan perencanaan, dokumentasi, penataan kawasan, edukasi sejarah dan pemeliharaan secara berkesinambungan. Hal tersebut juga sejalan dengan perhatian pemerintah Kabupaten Nias terhadap penggalian informasi sejarah Tuada Ho melalui seminar dan dokumentasi sejarah yang melibatkan tokoh serta tenaga ahli. 

> “Cagar budaya adalah warisan sejarah. Karena itu, pengelolaannya harus dibangun dengan semangat gotong royong, keterbukaan, persatuan dan penghormatan terhadap adat serta sejarah masyarakat Nias,” ungkapnya.



Ia berharap momentum deklarasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan satu hari, tetapi dilanjutkan dengan program nyata berupa konservasi, edukasi, dokumentasi sejarah, penataan kawasan dan pengembangan potensi wisata budaya secara berkelanjutan.

Sejarah dan Identitas Nias Harus Tetap Hidup

Hendra War menyatakan bahwa pelestarian Cagar Budaya HO merupakan bagian dari tanggung jawab lintas generasi. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan peninggalan sejarah tetap terawat dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang.

> “Kita boleh bergerak menuju masa depan, tetapi jangan pernah kehilangan sejarah dan jati diri. Merawat Cagar Budaya HO berarti merawat ingatan, adat dan identitas masyarakat Nias,” tutup Hendra War.



Pelaksanaan deklarasi pada 26 September 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian perhatian masyarakat terhadap pelestarian Cagar Budaya HO di Lahemo. Sebelumnya, panitia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pelestarian situs leluhur sekaligus membuka ruang pengembangan wisata sejarah yang tetap memperhatikan nilai sejarah dan budaya masyarakat setempat. (Gaba'atulo Waruwu)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Juli E. Restu War Apresiasi Suksesnya Deklarasi Cagar Budaya HO di Lahemo Nias

Trending Now