Jakarta, detiksatu.com | Saya, selaku Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI Periode 2024–2026, menyampaikan sikap terkait beredarnya undangan pelantikan salah satu kubu dalam dinamika internal Perhimpunan yang mencantumkan nama saya sebagai pihak yang diundang.
Saya perlu menegaskan bahwa pencantuman nama saya dalam undangan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai bentuk kehadiran atau dukungan saya terhadap salah satu pihak.
Sebelumnya, telah berlangsung pelantikan dari salah satu kubu. Pada kesempatan tersebut saya tidak hadir. Sikap yang sama akan saya ambil terhadap pelantikan dari pihak lainnya.
Saya tidak akan hadir dalam pelantikan kedua kubu sebelum adanya penyatuan kembali Pengurus Pusat PMKRI.
Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya, saya ingin menjaga marwah Perhimpunan dan memastikan bahwa Pengurus Pusat PMKRI tidak semakin terseret ke dalam perpecahan.
Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, saya tidak akan hadir dalam pelantikan dari kedua pihak sebelum adanya penyatuan. Saya akan hadir ketika PMKRI kembali menyatu.
PMKRI bukan milik satu kelompok, bukan milik satu kepentingan, dan bukan pula milik satu periode kepengurusan. PMKRI adalah rumah bersama kader Katolik yang dibangun melalui sejarah, perjuangan, dan pengabdian yang panjang.
Karena itu, saya meminta kepada seluruh pihak menahan diri dan membukan ruang dialog yang sungguh - sungguh ,para senior , alumni serta pastor moderator juga mememiliki peran penting untuk membantu menghadirkan ruang rekonsiliasi yang dapat mempertemukan semua pihak .
Saya tidak berdiri di salah satu kubu. Saya berdiri untuk PMKRI.
Mari Tetap berada pada satu rumah Perhimpunan yang kita cintai bersama.
Pro Ecclesia et Patria.

