Jakarta,detiksatu.com || Persiapan menuju deklarasi DPN PERDESA (Persatuan Pemuda Desa Indonesia) terus dilakukan melalui konsolidasi yang melibatkan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Konsolidasi ini menjadi bagian penting untuk menyatukan gagasan, visi, serta komitmen dalam membangun wadah persatuan pemuda desa yang mencakup seluruh Indonesia. ( 23/09/2026 )
Founder DPN PERDESA, Yukenriusman Hulu, menyampaikan bahwa lahirnya PERDESA berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan ruang bersama bagi pemuda desa agar dapat berkontribusi secara nyata dalam pembangunan.
“PERDESA tidak lahir hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai ruang persatuan bagi pemuda desa dari Sabang sampai Merauke. Kita ingin pemuda desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi bagian dari kekuatan yang ikut merancang, mengawal, dan mendorong pembangunan desa,”** ujar Yukenriusman Hulu.
Menurut Yukenriusman, desa memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi, pertanian, perikanan, pariwisata, budaya, teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, pemuda desa perlu memiliki ruang untuk mengembangkan gagasan, inovasi, riset berbasis data, serta membangun jejaring antardaerah.
Konsolidasi menjelang deklarasi juga diarahkan untuk memperkuat struktur dan komunikasi dengan pemuda di berbagai wilayah, sekaligus menyerap aspirasi serta persoalan yang dihadapi generasi muda di desa.
“Kami ingin deklarasi ini bukan sekadar seremoni. Deklarasi harus menjadi titik awal gerakan bersama. Setelah deklarasi, pekerjaan yang lebih besar adalah bagaimana PERDESA hadir di tengah pemuda desa, mendengar persoalan mereka, membangun kolaborasi, dan melahirkan program yang benar-benar bermanfaat,” tegasnya.
Yukenriusman juga menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Menurutnya, pemuda desa memiliki latar belakang budaya, agama, suku, dan kondisi geografis yang berbeda, tetapi memiliki kepentingan bersama dalam membangun masa depan desa dan Indonesia.
Kita berbeda daerah, berbeda budaya dan berbeda latar belakang, tetapi kita memiliki satu rumah besar, yaitu Indonesia. PERDESA harus menjadi jembatan yang mempertemukan pemuda desa dari berbagai penjuru negeri dalam semangat persatuan dan gotong royong,” tambahnya.
Dalam persiapan deklarasi, konsolidasi akan terus dilakukan untuk mematangkan konsep kelembagaan, jaringan daerah, agenda kepemudaan, serta arah gerakan DPN PERDESA ke depan.
Yukenriusman berharap momentum deklarasi nantinya dapat menjadi tonggak lahirnya gerakan pemuda desa yang berdaya saing, inovatif, berbasis data, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.
“Kita ingin membangun generasi desa yang tidak minder dengan identitasnya, tetapi bangga menjadi bagian dari desa dan mampu membawa potensi desa ke tingkat nasional bahkan global. Desa kuat, pemuda bergerak, Indonesia tumbuh,” tutup Founder DPN PERDESA, Yukenriusman Hulu. (Setiaman Zebua)