Jakarta,detiksatu.com || Semangat menyatukan pemuda desa dari seluruh Indonesia terus menguat menjelang deklarasi ( DPN PERDESA) (Persatuan Pemuda Desa Indonesia). Gerakan ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi pemuda desa untuk memperkuat potensi daerah, melahirkan inovasi, mendorong riset berbasis data, serta mengambil peran dalam pembangunan nasional.
Pemuda Jambi, ( Yusuf Christian, S.Sos ), menyampaikan kesiapannya untuk ikut mengawal deklarasi PERDESA. Menurutnya, persatuan pemuda desa merupakan salah satu kekuatan penting dalam membangun Indonesia yang dimulai dari daerah.
> “Menurut saya, Persatuan Pemuda Desa merupakan salah satu kekuatan penting dalam membangun Indonesia dari daerah. Desa bukan sekadar tempat tinggal, tetapi merupakan bagian penting dari identitas, ekonomi, budaya, sekaligus masa depan bangsa,” ujar Yusuf Christian.
Ia menilai desa memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita ( Indonesia Emas 2045.) . Berbagai sumber daya alam, kreativitas masyarakat, potensi ekonomi lokal, serta budaya gotong royong merupakan modal sosial yang dapat dikembangkan oleh generasi muda desa.
“Sebagai pemuda yang mewakili daerah Jambi, saya melihat PERDESA memiliki potensi besar untuk ikut membawa pemuda desa menuju Indonesia Emas 2045. Desa memiliki berbagai sumber daya alam, kreativitas, serta semangat gotong royong yang dapat menjadi kekuatan untuk membangun desa yang mandiri dan berkelanjutan,” katanya.
Namun, menurut Yusuf, potensi tersebut membutuhkan persatuan dan kolaborasi antarpemuda desa agar dapat berkembang secara optimal. Karena itu, ia mengajak pemuda dan pemudi di seluruh desa Indonesia untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menyatukan gagasan, energi, dan gerakan.
“Semua potensi itu tidak akan maksimal kalau pemuda di setiap desa tidak bersatu. Karena itu, saya berharap pemuda dan pemudi di seluruh desa Indonesia dapat bersatu, saling menguatkan, dan bersama-sama mengambil peran untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju,” tegasnya.
Yusuf juga mengingatkan bahwa pemuda desa tidak boleh merasa kecil atau minder dalam mengambil bagian dalam pembangunan nasional. Menurutnya, banyak potensi besar Indonesia justru lahir dan tumbuh dari desa.
“Kita tidak boleh merasa kecil hanya karena kita berasal dari desa. Justru dari desa lahir banyak potensi besar Indonesia. Desa adalah tempat tumbuhnya sumber daya manusia, kebudayaan, kreativitas, serta berbagai kekuatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap deklarasi DPN PERDESA tidak berhenti sebagai seremoni organisasi, tetapi menjadi momentum untuk membangun gerakan pemuda desa yang nyata, produktif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat desa.
“Mari satukan langkah, satukan energi, dan satukan gagasan. Jadikan PERDESA sebagai kekuatan pemuda desa untuk membawa perubahan bagi Indonesia. Pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa, dan pemuda desa harus menjadi bagian penting dari perubahan tersebut,” tutup Yusuf Christian, S.Sos.
Yusuf Christian, S.Sos
Pemuda Jambi