Penataan Pasar Tanjung Jember Ditekankan Tak Ganggu Pedagang, Gus Fawait Serap Aspirasi Soal Jam Dagang

Penataan Pasar Tanjung Jember Ditekankan Tak Ganggu Pedagang, Gus Fawait Serap Aspirasi Soal Jam Dagang

September 16, 2026 | September 16, 2026 WIB Last Updated 2026-09-16T14:26:17Z
Jember , detiksatu.com || Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan pola penataan Pasar Tanjung dengan menempatkan keberlangsungan aktivitas perdagangan sebagai salah satu pertimbangan utama. 

Penataan tidak diarahkan untuk menghilangkan ruang usaha pedagang, tetapi mengatur aktivitas pasar agar lebih tertib dan tidak saling mengganggu.

Hal itu disampaikan Bupati Jember, Gus Fawait, saat kembali meninjau Pasar Tanjung, Rabu (16/9/2026). 

Kunjungan tersebut menjadi peninjauan keempat Gus Fawait ke pasar induk Jember sejak dirinya dilantik sebagai bupati.

Dalam kunjungan itu, Gus Fawait berdialog langsung dengan pedagang dan menyerap berbagai persoalan yang muncul dalam aktivitas perdagangan sehari-hari. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengaturan jam operasional pedagang di area bawah dan lantai atas.

Menurut Gus Fawait, pengaturan tersebut diperlukan agar keberadaan pedagang di masing-masing area tetap dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan bagi pedagang lainnya.

“Konsep kami adalah penataan agar seluruh pihak bisa sama-sama tumbuh dan mencari nafkah. Pedagang di lantai atas maupun bawah sama-sama rakyat kecil yang sedang berjuang,” ujar Gus Fawait.

Karena itu, Pemkab Jember tidak ingin pembenahan Pasar Tanjung dipersepsikan sebagai upaya penggusuran. 

Pemerintah memilih pendekatan penataan dengan mempertimbangkan kondisi dan kepentingan para pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas di pasar tersebut.

“Penataan difokuskan pada ketertiban jam operasional agar tidak mengganggu satu sama lain,” imbuhnya.

Gus Fawait mengatakan, perhatian Pemkab Jember terhadap Pasar Tanjung telah dilakukan sejak awal masa pemerintahannya. 

Salah satunya melalui kebijakan penurunan tarif retribusi pasar bagi pedagang.

Pemkab Jember juga berupaya memperkuat fungsi Pasar Tanjung sebagai pusat perdagangan dengan menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok. Upaya tersebut sebelumnya dilakukan melalui kunjungan kerja bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga tengah mendorong pembenahan infrastruktur Pasar Tanjung melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. 

Gus Fawait menyebut koordinasi tersebut telah membuka dukungan anggaran APBN sekitar Rp250 miliar untuk rencana revitalisasi Pasar Tanjung secara menyeluruh.

Selain pembenahan fisik, sejumlah program sosial juga diarahkan untuk mendukung pedagang dan keluarganya. Di antaranya pembangunan musala di kawasan pasar, program beasiswa pendidikan bagi anak pedagang, serta kepesertaan BPJS Kesehatan melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

Gus Fawait menjelaskan, kunjungannya kali ini sengaja dilakukan di luar jam paling sibuk pasar. Menurut dia, waktu tersebut memberikan kesempatan lebih luas untuk berdialog dengan pedagang secara langsung.

“Supaya kami bisa mendengar aspirasi secara lepas, murni, dan tanpa rekayasa protokoler,” katanya.

Ia berharap seluruh rencana pembenahan Pasar Tanjung dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pedagang, pembeli, maupun masyarakat sekitar.

Pemkab Jember, lanjutnya, juga mengajak para pedagang dan seluruh pengguna pasar untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah disediakan pemerintah. Dengan demikian, pembenahan yang dilakukan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi turut menciptakan lingkungan perdagangan yang tertib, nyaman, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

(Wiwik)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Penataan Pasar Tanjung Jember Ditekankan Tak Ganggu Pedagang, Gus Fawait Serap Aspirasi Soal Jam Dagang