LEBAK,DETIKSATU COM || Pelaksanaan program revitalisasi di SDN 1 Curug Badak, Kabupaten Lebak, mendapat perhatian dari organisasi masyarakat Badak Banten Perjuangan. Sorotan tersebut berkaitan dengan dugaan ketidaksesuaian kualitas sejumlah material yang digunakan dalam pekerjaan pembangunan.
Ketua Badak Banten Perjuangan, Jaenudin F alias Robert, menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Dodi, pada Senin (28/9/2026). Dalam komunikasi tersebut, Jaenudin menyampaikan informasi dan meminta agar pelaksanaan revitalisasi SDN 1 Curug Badak diperiksa, khususnya terhadap material yang dinilai perlu mendapatkan perhatian.
Menurut Jaenudin, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Ia mengaku khawatir apabila material yang digunakan tidak memenuhi standar dapat memengaruhi kualitas dan keamanan bangunan sekolah.
“Kalau kondisi hollow jelek, kami khawatir dapat memengaruhi kekuatan konstruksi dan membahayakan keselamatan siswa maupun guru yang berada di dalam kelas,” ujar Jaenudin.
Jaenudin juga menyoroti penggunaan hollow yang menurutnya terlihat kurang baik. Selain itu, ia mempertanyakan jenis dan kualitas semen yang digunakan dalam pekerjaan revitalisasi tersebut.
“Nilai programnya cukup besar. Karena itu, menurut kami kualitas material harus benar-benar diperhatikan dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan,” katanya.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sendiri ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar sekolah memiliki lingkungan belajar yang layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menyatakan bahwa pelaksanaan revitalisasi perlu dikawal bersama dan didukung dengan data serta kondisi prasarana yang sesuai dengan keadaan di lapangan.
Dalam komunikasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Dodi Irawan,Spd,Msi menyampaikan terima kasih atas informasi yang disampaikan dari lapangan.
“Terima kasih atas informasinya dari rekan-rekan di lapangan. Kami akan menindaklanjuti informasi tersebut,” ujar Dodi.
Dodi juga mengingatkan agar pihak sekolah maupun Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) memperhatikan kualitas material yang digunakan dalam pelaksanaan revitalisasi.
Pemeriksaan teknis menjadi penting untuk memastikan apakah material yang digunakan benar-benar sesuai dengan dokumen perencanaan dan spesifikasi pekerjaan. Sebagai gambaran, ketentuan teknis konstruksi pemerintah mencantumkan persyaratan tertentu mengenai jenis, dimensi, ketebalan, serta mutu material hollow sesuai penggunaannya.
Sementara itu, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala SDN 1 Curug Badak terkait penggunaan material, termasuk hollow dan semen dalam pekerjaan revitalisasi tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, kepala sekolah belum memberikan tanggapan atas pertanyaan yang disampaikan.
Konfirmasi tersebut diperlukan untuk memperoleh penjelasan dari pihak sekolah dan P2SP mengenai jenis material yang digunakan, spesifikasi teknis, sumber pengadaan, serta kesesuaiannya dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen pekerjaan.
Dengan adanya informasi dan keluhan dari masyarakat, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak diharapkan dapat melakukan pemeriksaan di lapangan secara teknis sehingga kualitas pekerjaan revitalisasi SDN 1 Curug Badak dapat dipastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(Jul)