‎TPNPB Perintahkan Seluruh 36 Kodap untuk Memerangi Kelompok yang Menjalankan Aksi Tandingan Terhadap TPNPB Atas Nama Perjuangan Atau Lebih Baik Baku Perang untuk Rebutkan Wilayah‎‎

‎TPNPB Perintahkan Seluruh 36 Kodap untuk Memerangi Kelompok yang Menjalankan Aksi Tandingan Terhadap TPNPB Atas Nama Perjuangan Atau Lebih Baik Baku Perang untuk Rebutkan Wilayah‎‎

September 25, 2026 | September 25, 2026 WIB Last Updated 2026-09-25T03:41:21Z

‎Wamena detiksatu.com II Dalam Siaran Pers yang diterima awak media Detiksatu.com Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Jumat, 18 September 2026
‎
‎"Dalam Pernyataan sikap pers Di keluarkan Manajemen markas pusat KONMAS TPNPB Per jumat, 18/09/2026 dan diterima melalui WhatsApp pada Hari Jumat,25/09/2026.Pukul,09.30 wit".
‎
‎"Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menegaskan kembali bahwa struktur organisasi dan pembagian wilayah komando harus mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan dalam struktur resmi KOMNAS TPNPB".
‎
‎Kami telah berulang kali meminta kelompok-kelompok yang mengatasnamakan perjuangan Papua Merdeka namun berada di luar struktur resmi untuk tidak mengambil tindakan sepihak yang berpotensi menimbulkan konflik maupun merusak nama baik perjuangan.
‎
‎Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB meminta kelompok-kelompok tersebut menyelesaikan persoalan struktur dan wilayah melalui mekanisme organisasi. 
‎
‎"Salah satu opsi adalah pembentukan Kodap baru, termasuk Kodap 37 beserta batas wilayah operasi yang telah disepakati bersama. Sehingga segala tindakan dapat menjadi tanggung jawab bersama dalam struktur pusat KOMNAS TPNPB dibawah pimpinan Jenderal Goliath Naaman Tabuni, Letjen Melkisedek Awom, Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen sebagai penanggung jawab Markas Pusat KOMNAS TPNPB".
‎
‎"Namun sampai saat ini permintaan KOMNAS TPNPB tidak diterima dengan baik serta justru mengkotori nama baik perjuangan". Oleh karena itu, kami memerintahkan 36 Kodap di bawah struktur resmi untuk memerangi kelompok-kelompok tersebut, di antaranya: Kelompok yang mengaku di bawah Makodam III Kali Kopi, Timika, Papua Tengah di bawah komando Anis Beanal dan kelompok yang mengaku Kodap X Nduga di bawah komando Pemne Kogoya dan kelompok John Lokbere".
‎
‎Langkah tersebut adalah penting agar setiap kegiatan bersenjata maupun tindakan lain yang dilakukan atas nama perjuangan dapat diketahui asal-usul komandonya dan tidak secara sepihak dikaitkan dengan 36 Kodap yang berada dalam struktur Markas Pusat KOMNAS TPNPB.
‎
‎"Oleh sebab itu, Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:
‎
‎1. Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menegaskan struktur Kodap III berada pada Kodap III Ndugama Derakma di bawah pimpinan Brigjend Egianus Kogeya dan Mayor Belia Alias Maleo Kogeya. Tidak ada yang dinamakan Makodam III Kali Kopi, Timika, Papua Tengah. Klaim mengenai keberadaan struktur lain dengan penamaan yang sama dinyatakan tidak sesuai dengan struktur resmi KOMNAS TPNPB.
‎
‎2. Seluruh Wilayah YIGI MUGI sampai JENEWATAGAL, yang mencakup Kabupaten Mimika, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Dugama, dan Kabupaten Puncak Jaya, merupakan sepenuhnya wilayah Kodap III Ndugama Derakma. Tidak ada yang berhak atas wilayah tersebut kecuali memutuskan untuk bergabung dengan Kodap III Ndugama Derakma.
‎
‎3. Struktur resmi Manajemen Pusat KOMNAS TPNPB tidak memiliki struktur bernama Kodap X Nduga. Kodap X yang tercatat dalam struktur KOMNAS TPNPB adalah Kodap X Paniai.
‎
‎4. Jika peringatan ini tidak diikuti, maka kami mengedepankan PERANG TERBUKA untuk memperebutkan wilayah yang dimaksud. Kami menyerahkan kepada hukum rimbah bahwa siapa yang kuat dia yang menang, siapa yang menang, dia yang berhak atas wilayah tersebut.
‎
‎5. Manajemen Pusat KOMNAS TPNPB menegaskan pentingnya kejelasan rantai komando dan pertanggungjawaban bagi setiap kelompok yang menggunakan nama TPNPB dalam memperjuangkan kemerdekaan Papua". Oleh karena itu, sedikit saja ditemukan menjadi penghambat, maka wajib hukumnya untuk dimusnahkan!.
‎
‎"Dan kami menilai bahwa aksi-aksi di luar garis struktur Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB sudah melanggar hukum dan sedang merusak nama baik TPNPB. Oleh sebab itu, laporan ini di buat atas nama pimpinan Jenderal Goliath Naaman Tabuni, Letjen Melkisedek Awom, Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen sebagai penanggung jawab Markas Pusat KOMNAS TPNPB.
‎
‎Kelompok tersebut tidak termasuk dalam Struktur Komnas TPNPB sehingga kasus tersebut benar-benar kasus kriminal yang mengatasnamakan perjuangan Papua Merdeka, termasuk aksi penembakan dan penyanderaan 9 perempuan di Distrik Jila pada 17 Agustus 2026 lalu.
‎
‎Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per " Jumat, 18 September 2026 " oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.
‎
‎"Hingga berita ini ditanyakan awak media Detiksatu.com Untuk ditayangkan 
‎Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM".
‎
‎Jenderal Goliath Tabuni Panglima Tinggi TPNPB-OPM"Letnan Jenderal Melkisedek Awom Wakil Panglima TPNPB-OPM, ,Mayor Jenderal Terianus Satto,Kepala Staf Umum TPNPB-OPM, 
‎Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM
‎
‎Reporter.Andinus Kogoya
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • ‎TPNPB Perintahkan Seluruh 36 Kodap untuk Memerangi Kelompok yang Menjalankan Aksi Tandingan Terhadap TPNPB Atas Nama Perjuangan Atau Lebih Baik Baku Perang untuk Rebutkan Wilayah‎‎

Trending Now