Warga Bersuara, Gus Fawait Turun Tangan: Dari Pedagang hingga Layanan Kesehatan Jember

Warga Bersuara, Gus Fawait Turun Tangan: Dari Pedagang hingga Layanan Kesehatan Jember

September 23, 2026 | September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T01:47:59Z
Jember , detiksatu.com || Ketika warga bersuara, Bupati Jember Gus Fawait memilih tidak mengambil jarak.

Sejumlah persoalan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat direspons dengan turun ke lapangan, membuka ruang dialog, hingga memberikan instruksi kepada jajaran terkait untuk segera mengambil langkah.

Bagi Gus Fawait, komunikasi langsung menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan. 

Bahkan, ketika menghadapi aksi penyampaian pendapat, ia memastikan aspirasi masyarakat mendapat ruang untuk disampaikan secara langsung.

“Kalau saya ada, pasti akan ditemui. Kalau saya tidak ada, tidak bisa ditemui,” kata Gus Fawait saat menemui pendemo beberapa waktu lalu.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan pola komunikasi yang ingin dibangun Pemkab Jember: persoalan tidak berhenti di balik meja birokrasi, tetapi dibawa ke ruang dialog.

Pendekatan itu juga terlihat ketika sejumlah persoalan pedagang mencuat. 

Pendopo Wahyawibawagraha dibuka sebagai ruang pertemuan antara pemerintah dengan pedagang pasar maupun pedagang kaki lima.

Di forum tersebut, pedagang bebas menyampaikan keluhan, kritik hingga keberatan terhadap kebijakan yang menyangkut aktivitas mereka.

Pemerintah kemudian merespons satu per satu persoalan yang muncul. Perbedaan kepentingan dibahas melalui dialog untuk mencari jalan keluar yang dapat diterima bersama.

Tak Hanya Urusan Pedagang

Gaya kerja turun langsung itu juga diterapkan Gus Fawait di sektor kesehatan.

Bupati Jember mendatangi RSD dr. Soebandi setelah menerima laporan mengenai tingginya tingkat keterisian tempat tidur. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kemampuan rumah sakit dalam menerima dan menangani pasien.

Gus Fawait kemudian meminta rumah sakit daerah mengambil langkah taktis agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan warga yang membutuhkan perawatan tidak kehilangan akses terhadap layanan kesehatan.

Bagi pemerintah daerah, persoalan pelayanan kesehatan tidak cukup hanya diketahui melalui laporan. Kondisi di lapangan perlu dilihat secara langsung agar keputusan yang diambil sesuai dengan persoalan yang sebenarnya.

Langkah pencegahan juga terus didorong. 

Masyarakat diimbau menjaga pola hidup bersih dan sehat, terutama anak-anak usia sekolah yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mencegah penyebaran penyakit.

Dari ruang dialog dengan pedagang hingga meninjau pelayanan rumah sakit, pola yang ditunjukkan Gus Fawait relatif sama: mendengar persoalan, turun melihat kondisi, kemudian meminta jajaran bergerak.

Pola tersebut menjadi salah satu pendekatan Pemkab Jember dalam merespons berbagai persoalan publik. Pemerintah tidak hanya dituntut hadir ketika kebijakan dibuat, tetapi juga ketika masyarakat menyampaikan keluhan dan membutuhkan penyelesaian.

Di tengah beragam persoalan daerah, komunikasi langsung dan respons cepat menjadi modal penting untuk menjaga hubungan pemerintah dengan masyarakat tetap terbuka.

(Wiwik)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Warga Bersuara, Gus Fawait Turun Tangan: Dari Pedagang hingga Layanan Kesehatan Jember

Trending Now