Aktivitas PIP Hanya Berjarak Puluhan Meter Dari Bibir Pantai, Nama Bukew Dan Yongky Hingga AHN Bakik, Jadi Penampung Timah.

Aktivitas PIP Hanya Berjarak Puluhan Meter Dari Bibir Pantai, Nama Bukew Dan Yongky Hingga AHN Bakik, Jadi Penampung Timah.

Oktober 11, 2026 | Oktober 11, 2026 WIB Last Updated 2026-10-11T13:24:42Z
BangkaBelitung,detiksatu.com ||
Aktipitas penambangan yang mengunakan ponton isap produksi yang berjarak kurang lebih 10 meter dari bibir pantai, tepatnya antara laut Tanjung Ru dan Dusun Belembang Desa Bakik Kecamatan Parit Tiga Bangka Barat yang lazim di sebut Serok Duo.

Tentunya hal tersebut kalau dibiarkan akan berakibat abrasi pantai sehingga kondisi talud penahan ombak terancam amberuk.

Salah satu warga yang berpropesi sebagai nelayan mengeluhkan hal tersebut, lantaran penambang tidak lagi menghiraukan kondisi dan berapa jarak yang harus selayaknya harus di tambang.

" Lihat saja jarak aktipitas tersebut, apakah layak, jaraknya kurang lebih hanya 10 meter dari bibir pantai. Sementara kondisi talud penahan gelombang tidak menutup kemungkinan akan ambruk bila kondisi tersebut tetap di biarkan," sesal Pli saat dihubungi media ini,minggu (11/10/2026).

Lebih lanjut Pli katakan, Aktivitas tersebut hingga merajalela bukan tanpa alasan lantaran timah dari penambang tersebut di tampung beberapa pengepul alias kolektor Bukew Dan Yongky Hingga AHN yang semuanya beralamat di desa Bakik.

" Wajar saja para penambang merasa aman bekerja, timahnya di jual kepada Bukew Dan Yongky, Mereka berdua menyetor timah kepada Bos AHN di bakik juga," ujar Pli.

Selain itu menurut Pli kordinator pemegang pontonnya masyarakat Belembang itu sendiri.

" Aktivitasnya sudah berjalan lama, jarak dari pantai lebih kurang 10 meter. Pemegang ponton atau kordinasi ponton atas nama Man, sedangkan bagian pungut untuk nelayan atas nama Pek. Sementara pungutan untuk dusun dipegang pak Midun warga belembang juga," beber Pli.

Menurut Pli pihaknya sudah mendatangi kepala Desa namun belum ada tindakan yang nyata

" Sudah kita datangkan pihak Kepala Desa untuk mengambil tindakan masalah ponton tersebut, namun tidak ada respon sama sekali, bahkan sampai sekarang tetap beraktipitas, dan terkesan ada pembiaran, sebenarnya ada apa dengan kondisi seperti ini," sesal Pli.

Di tambahkan Pli, beberapa waktu yang lalu memang ada himbauan dari APH akan tetapi hanya sekedar saja,sehingga tidak ada efek jera.

" Beberapa waktu yang lalu infonya memang ada razia, akan tetapi sekedar himbauwan, tentu hal tersebut tidak ada efek jera, buktinya hingga saat ini tetap jalan," kembali sesal Pli yang berprofesi sebagai nelayan ini.

Sementara pihak - pihak yang di sebut dalam pemberitaan ini dalam upaya konfirmasi.termasuk Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak,SH,Sik,MH.
(Hry)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Aktivitas PIP Hanya Berjarak Puluhan Meter Dari Bibir Pantai, Nama Bukew Dan Yongky Hingga AHN Bakik, Jadi Penampung Timah.

Trending Now