Gus Fawait Tantang Swasta Perluas Layanan Kesehatan Jember, 500 Tempat Tidur Jadi Target

Gus Fawait Tantang Swasta Perluas Layanan Kesehatan Jember, 500 Tempat Tidur Jadi Target

Oktober 10, 2026 | Oktober 10, 2026 WIB Last Updated 2026-10-10T13:33:48Z
Jember,detiksatu.com || Jarak dan biaya tidak boleh lagi menjadi penghalang warga Jember untuk mendapatkan pengobatan. Bupati Jember, Gus Fawait, mendorong keterlibatan sektor swasta untuk mempercepat pemerataan fasilitas kesehatan, terutama di wilayah pinggiran yang jauh dari pusat kota.

Pesan itu disampaikan Gus Fawait saat menghadiri peresmian Klinik Grand Medika Silo di Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Sabtu (10/10/2026). 

Kehadiran klinik baru tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperpendek akses masyarakat terhadap layanan medis.

Menurut Gus Fawait, pemerataan kesehatan membutuhkan kolaborasi. 
Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan puskesmas dan rumah sakit milik daerah, tetapi juga perlu membuka ruang bagi fasilitas kesehatan swasta untuk tumbuh dan menjangkau masyarakat lebih luas.

“Kami mendukung penuh program Klinik Grand Medika ini. Semakin banyak tempat orang bisa berobat, berarti memutus jarak orang berobat, dengan kata lain memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.

Bagi Gus Fawait, persoalan kesehatan bukan semata-mata tentang ada atau tidaknya fasilitas medis. Masyarakat juga harus mampu menjangkau layanan tersebut, baik dari sisi jarak maupun kemampuan ekonomi.

Karena itu, Pemkab Jember terus memperkuat program pelayanan kesehatan yang menyasar warga rentan. Dua di antaranya adalah Homecare, yang mendekatkan layanan medis ke rumah warga, serta Mobil Cinta untuk membantu pengantaran pasien kurang mampu.

“Tidak boleh lagi ada warga Jember yang sakit tidak bisa ke klinik, tidak bisa ke puskesmas, tidak bisa ke rumah sakit karena faktor biaya,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kelompok masyarakat miskin harus mendapat perhatian khusus dalam pelayanan kesehatan. 

Gus Fawait meminta camat, kepala puskesmas, dan perangkat desa tidak sekadar menunggu warga datang meminta pertolongan, tetapi aktif mencari dan mendata masyarakat rentan yang membutuhkan layanan medis.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap warga yang sakit dan membutuhkan penanganan tidak luput dari pantauan, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun akses transportasi.

Pemkab Buka Pintu Investasi, Kebutuhan 500 Tempat Tidur Jadi Perhatian

Di sisi lain, Pemkab Jember membuka peluang seluas-luasnya bagi investor yang ingin membangun rumah sakit maupun menambah fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah pemenuhan sekitar 500 tempat tidur rawat inap kelas III.

Penambahan kapasitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan layanan kesehatan dalam menampung pasien sekaligus memperluas akses perawatan bagi masyarakat.

Pemkab Jember juga mendorong keterhubungan pelayanan antara klinik swasta, puskesmas, dan BPJS Kesehatan. Sinergi ini penting agar bertambahnya fasilitas kesehatan benar-benar diikuti kemudahan akses dan kesinambungan pelayanan bagi pasien.

Peresmian Klinik Grand Medika Silo menjadi momentum untuk mempertegas arah kebijakan tersebut: memperbanyak titik pelayanan, membuka peluang investasi, dan memastikan masyarakat di wilayah pinggiran memiliki akses pengobatan yang lebih dekat.

Bagi Pemkab Jember, pemerataan kesehatan tidak cukup berhenti pada pembangunan fasilitas. Tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat yang paling membutuhkan benar-benar bisa mendapatkan layanan tanpa terkendala jarak dan biaya.

(Wiwik)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gus Fawait Tantang Swasta Perluas Layanan Kesehatan Jember, 500 Tempat Tidur Jadi Target

Trending Now