Juli E. Restu War minta menteri ESDM beri prioritaskan khusus pemerataan listrik hingga pelosok kepulauan nias

Juli E. Restu War minta menteri ESDM beri prioritaskan khusus pemerataan listrik hingga pelosok kepulauan nias

Oktober 16, 2026 | Oktober 16, 2026 WIB Last Updated 2026-10-16T06:54:58Z

Tanggerang, detiksatu.com || Aktivis Persatuan Pemuda Nasional Kepulauan Nias, Juli E. Restu War, meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, S.E., M.Si., memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pemerataan akses listrik di seluruh pelosok Kepulauan Nias serta beri kepastian kepada masyarakat nias, Sumatera Utara. ( 15/10/2026 )

Permintaan tersebut disampaikan dalam momentum Simposium Energi Nasional yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) di Universitas Pelita Harapan (UPH), Kota Tangerang, pada 15 Oktober 2026.

Juli E. Restu War menegaskan bahwa pemerataan akses listrik harus menjadi prioritas pembangunan nasional, terutama bagi masyarakat di wilayah pedalaman, desa, dan dusun terpencil yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan layanan kelistrikan.

Menurutnya, listrik bukan sekadar fasilitas penerangan, melainkan kebutuhan mendasar yang berpengaruh langsung terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami meminta Menteri ESDM memberikan perhatian khusus dan mengambil langkah konkret untuk mempercepat pemerataan listrik di seluruh pelosok Kepulauan Nias. Masyarakat di desa dan dusun terpencil berhak menikmati akses listrik yang layak agar dapat hidup lebih sejahtera dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegas Juli E. Restu War.

Ia menilai, keterbatasan akses listrik dapat menghambat produktivitas masyarakat, membatasi kegiatan belajar anak-anak pada malam hari, serta menyulitkan pengembangan usaha kecil dan aktivitas ekonomi produktif di wilayah pedesaan.

Oleh karena itu, Juli E. Restu War mendorong Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) dan pemerintah daerah untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik maupun yang masih mengalami keterbatasan layanan.

Pendataan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan perencanaan pembangunan jaringan listrik, penyediaan sumber energi alternatif yang sesuai dengan kondisi geografis, serta penetapan target penyelesaian yang jelas dan terukur.

sejalan dengan aspirasi bupati nias utara

Desakan tersebut sejalan dengan persoalan pemerataan listrik yang disampaikan Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu. Ia menyoroti kondisi masyarakat di sejumlah wilayah Kepulauan Nias yang, menurut keterangannya, masih belum menikmati fasilitas listrik secara memadai khusus pelosok desa dan dusun yang sama sekali tidak masuk listrik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena keterbatasan akses energi berpotensi menghambat percepatan pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di desa dan dusun yang belum memperoleh layanan kelistrikan.

Juli E. Restu War menegaskan bahwa persoalan tersebut membutuhkan perhatian dan koordinasi lintas sektor, bukan sekadar menjadi wacana dalam forum diskusi. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan penyedia layanan kelistrikan perlu menyusun langkah nyata agar kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan bahwa pembangunan sektor energi menjangkau wilayah kepulauan dan daerah terpencil, sehingga masyarakat tidak tertinggal dalam menikmati manfaat pembangunan nasional.

mendorong langkah konkret pemerintah pusat

Lebih lanjut, Juli E. Restu War meminta Menteri ESDM agar menjadikan pemerataan listrik di Kepulauan Nias sebagai salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus dalam kebijakan pembangunan sektor energi.

Menurutnya, percepatan elektrifikasi harus disertai pemetaan kebutuhan setiap wilayah, kejelasan program, dukungan anggaran sesuai kewenangan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan di lapangan.

Ia berharap aspirasi masyarakat Kepulauan Nias yang disuarakan dalam Simposium Energi Nasional dapat menjadi bahan perhatian bagi pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan energi yang lebih merata dan berkeadilan.

“Jangan sampai masyarakat di pelosok Kepulauan Nias terus menghadapi keterbatasan akses listrik ketika pembangunan nasional terus berjalan. Kami berharap ada langkah nyata, koordinasi yang kuat, dan percepatan program agar masyarakat di desa dan dusun terpencil dapat menikmati layanan listrik yang layak,” tutup Juli E. Restu War.

Pemerataan listrik di Kepulauan Nias diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas penerangan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat pelayanan publik, mendukung pendidikan, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Akses listrik yang merata merupakan bagian penting dari keadilan pembangunan. Masyarakat Kepulauan Nias berhak memperoleh kesempatan yang setara untuk maju dan berkembang bersama daerah-daerah lain di Indonesia. ( Red ) Setiaman Z.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Juli E. Restu War minta menteri ESDM beri prioritaskan khusus pemerataan listrik hingga pelosok kepulauan nias

Trending Now